Pertemuan Djan dan Romi Difasilitasi JK

Pertemuan Djan dan Romi Difasilitasi JK

Jumat, 29 Jan 2016 | 18:35 | kontributor

WinNetNews.com - Ketum PPP hasil Muktamar Jakarta Djan Faridz dan Ketum PPP hasil Muktamar Surabaya Romahurmuziy (Romi) semalam akhirnya mau duduk bersama. Menurut Politisi PPP Syaifullah Tamliha, pertemuan tersebut adalah inisiasi Wapres Jusuf Kalla.

"Malam tadi antara Romi dengan Djan Faridz baru bisa bertemu. Pak JK yang fasilitasi," ungkap Tamliha di Gedung DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (29/1/2016).

Tamliha mengatakan selama ini justru JK lah pihak yang rajin mendorong agar kedua kubu di PPP melakukan islah. Hingga kemudian terjadi pertemuan antara Djan dan Romi.

"Yang intensif mengupayakan islah PPP ini adalah Pak Jusuf Kalla. Iya dari Wapres langsung untuk menyatukan itu," katanya.

Dalam pertemuan yang digelar di rumah Djan Faridz, Kamis (28/1) malam, pembicaraan disebut Tamliha baru pada bagaimana kedua kubu berusaha mencairkan suasana. Sementara untuk islah belum terlalu dibahas, apalagi soal muktamar.

 

"Lah orang berdiplomasi kan tidak langsung ke to the pointnya, bisa makan-makan malam dulu, ngobrol-ngobrol paling tidak bisa bertemulah. Saya bersyukur mereka bisa bertemu. Masa orang Golkar bisa bertemu, PPP kagak bisa," tutur Tamliha.

Upaya yang dilakukan JK menurutnya menjadi pelengkap dari apa yang selama ini telah dilakukan oleh sesepuh PPP Maimoen Zubair (Mbah Moen). JK dianggap sebagai tokoh besar yang mampu menjadi tengah dalam sejumlah konflik.

Baca: PPP Kubu Djan Faridz: Islah Yes, Muktamar No

"Kita harus bersyukur melihat Pak JK bersama senior kami 80an ke atas itu mau mengurusi kembali partai ini. Termasuk Mbah Moen berulang-ulang menyarankan islah iya kan? Tapi tidak ada tititk temunya," tukas Tamliha.

"Alhamdulillah pak JK sudah bisa bertemu dengan Djan Faridz dan memberikan sejenis nasehat yang sebelumnya Romi dan Djan Faridz tidak bisa bertemu sama sekali, tadi malam akhirnya bisa bertemu," sambung anggota Komisi I DPR itu.

Apakah ini berarti saran JK justru lebih didengar dibandingkan Mbah Moen?

 

"Bukan begitu, ini kan mbah Moen sudah teriak-teriak. Mbah Moen dihormati, keduanya mengangkat Mbah Moen Ketua Majelis Syariah. Tapi Mbah Moen ini tidak bisa bicara teknis, dia kan urusan syariah, syari. Pak JK terbiasa mengurusi di Finlandia Helsinki, di Poso, Aceh. Ia mengakhri konflik. Paling berat bagi dia adalah konflik PPP," jawab Tamliha panjang lebar.

Wasekjen PPP Muktamar Bandung ini pun berharap agar kisruh di tubuh partainya bisa segera berakhir. Masalah pihak mana yang dianggap pengurus resmi PPP dikatakannya hanya hal subtantif. Kemenkum HAM sendiri mengembalikan kepengurusan PPP kepada hasil Muktamar Bandung yang digelar pada tahun 2011 itu.

"Soal Bandung atau tidak Bandung itu tidak substantif. Yang penting muktamar itu tidak seakan-akan islah. Tapi mesti harus islah. Bahasa JK kau dapat apa, aku dapat apa. Jalan tengah, kita harus bisa saling mengalah. (Kepengurusan) Bandung sudah habis Oktober 2015," tutup Tamliha.

Sumber: Detik

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...