Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Akan Naik Tahun Depan

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Akan Naik Tahun Depan

WinNetNews.com - DBS Group Research memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2016 akan berada di kisaran 5 - 5,5 %. Proyeksi tersebut lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini yang berada di kisaran 4,8%. Ekonom Development Bank of Singapore  Group Research, Gundy Cahyadi, mengatakan tekanan pelemahan nilai tukar rupiah masih membayangi perekonomian Indonesia.

Pasalnya, pelemahan kurs rupiah yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir akan mengganggu iklim investasi di Indonesia. Pelemahan rupiah akan membuat bahan baku menjadi lebih mahal sehingga berdampak pada meredupnya minat investasi.

Penurunan impor paling drastis dalam tiga tahun terakhir ini yakni impor barang modal menjadi tanda pertumbuhan investasi tengah melemah. Apalagi 60-70% produksi menggunakan bahan baku impor, begitu impor menguat maka biaya investasi menjadi mahal.

 

Kendati demikian, Gundy optimistis prospek pemerintah telah belajar dari kesalahannya tahun ini, sehingga pada tahun mendatang pemerintah akan lebih realistis dalam mengelola anggaran dan mendorong perekonomian.

Sementara itu, Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada 2016 berada di kisaran 5,2 - 5,3%. Sementara itu Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Mirza Adityaswara menuturkan, paket kebijakan ekonomi yang telah dikeluarkan pemerintah telah berdampak positif.

"Paket 1 orang belum percaya, paket 2, 3 hingga selanjutnya menyentuh sektor rill. Paket itu positif. Terkait kebijakan moneter Amerika Serikat, Mirza berharap kenaikan suku bunga acuan atau The Fed pelan dan terukur. Selain itu, diharapkan stimulus yang telah dikeluarkan pemerintah Tiongkok seperti menurunkan bunga dan giro wajib minimum (GWM) dapat mendorong perekonomian negara itu. Dengan adanya perbaikan perekonomian Tiongkok, stabilitas perekonomian ini akan berdampak pada harga komoditas yang juga meningkat.