Skip to main content

Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III 5,02%, Sri Mulyani: Lemahnya Kondisi Perekonomian RI

Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III 5,02, Sri Mulyani: Lemahnya Kondisi Perekonomian RI
Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III 5,02, Sri Mulyani: Lemahnya Kondisi Perekonomian RI

WinNetNews.com - Realisasi pertumbuhan ekonomi kuartal III-2016 sebesar 5,02%. Realisasi tersebut dinilai Menteri Keuangan Sri Mulyani sebagai bukti lemahnya kondisi perekonomian RI.

Keadaan tersebut, menurut Sri Mulyani, masih berhubungan dengan rendahnya jumlah realisasi penerimaan pajak sampai Oktober 2016, yakni sebesar Rp 870,95 triliun atau 64,27% dari target dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBNP) 2016 sebesar Rp 1.355,2 triliun.

"Saya hanya ingin katakan bahwa ini confirm jika ekonomi kita denyutnya memang melemah," ujarnya saat menghadiri Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) di kantor Pusat Direktorat Jendral Pajak (DJP), Jakarta, Senin (7/11/2016).

Menurutnya, salah satu yang perlu diperhatikan adalah kegiatan ekspor-impor yang masih kurang, yang bakal mempengaruhi hasil penerimaan pajak.

"Kuartal ketiga ini minus 6% untuk ekspor dan minus 3,8% untuk impor. Anda akan lihat beberapa PPh dan PPn yang berhubungan dengan ekspor impor negatif," ujarnya.

Sedangkan, kata Sri Mulyani, sebagai mesin pertumbuhan, investasi diharapkan bisa menjadi kontributor yang positif baik dari sisi demand atau suplai, ternyata hanya tumbuh sekitar 4,1%.

Sri Mulyani mengaku telah menurunkan target yang harus dikumpulkan DJP tahun ini sebesar Rp 218 triliun dari Rp 1.355 triliun dalam APBN-P 2016 menjadi Rp 1.137,2 triliun.

"Coba kalau Menterinya tidak ganti, Anda (pegawai DJP) harus mengumpulkan Rp 218 triliun lagi. Terimakasih untuk saya, targetnya diturunkan. Saya sudah diskon shortfall Rp 218 triliun," canda Sri Mulyani.

Apa pendapat Anda mengenai artikel ini?

Loading Rating...

Komentar:

Loading...
Top