Perusahaan Farmasi Meminta Insentif Dari Pemerintah

Perusahaan Farmasi Meminta Insentif Dari Pemerintah

Selasa, 12 Jan 2016 | 16:18 | Dani Gunawan
WinNetNews.com - Perusahaan-perusahaan farmasi Indonesia akan meminta pemerintah untuk memberikan insentif dan membuka pintu lebih lebar buat perusahaan farmasi asing untuk mengurangi ketergantungan kepada bahan baku impor.

Pemerintah sendiri, melalui Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) lagi menggodog usulan untuk memperbolehkan investor asing untuk memiliki saham sampai 100% di perusahaan farmasi di sini, naik dari 85% saat ini, untuk menarik investasi.

Menurut ketua Komite Pengembangan Bisnis Gabungan Perusaan Farmasi (GP Farmasi) Indonesia Vincent Harijanto mengatakan Selasa bahwa Indonesia bisa menjadi basis produksi bahan mentah obat-obatan karena Indonesia memiliki pasar farmasi yang besar di kawasan Asia Tenggara.

Ketergantungan produsen obat obatan nasional kepada bahan baku impor telah memberatkan mereka di tengah tengah melemahnya nilai tukar rupiah yang tahun lalu sempat terpuruk ke level terendah sejak krisis moneter tahun 1997/98. Di lain fihak, Produsen obat di dalam negeri tidak bisa menaikkan harga obat karena melemahnya daya beli masyarakat.

Jumlah perusahaan farmasi meningkat ke 239 tahun lalu dari 206 tahun 2013, menurut data Kementerian Kesehatan. Investasi di sektor farmasi di dalam negeri diharapkan akan mencapi Rp 215 triliun menjelang 2025. Sedangkan potensi bisnis sektor farmasi diperkirakan Rp 700 triliun, yang terdiri dari Rp 450 triliun untuk pasar domestik dan Rp 250 triliun untuk ekspor. (IMS)

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...