Pesan Terakhir Freddy Budiman Sebelum Dieksekusi

Rani
Jumat, 29 Juli 2016 10:49 WIB
Oleh Rani pada Jumat, 29 Juli 2016 10:49 WIB
Image Pesan Terakhir Freddy Budiman Sebelum Dieksekusi

WinNetNews.com - Gembong narkoba Freddy Budiman menyampaikan pesan terakhir untuk anaknya sebelum eksekusi untuk. Pesan tersebut disampaikan melalui Hasan Makarim, rohaniawan yang bertugas mendampingi terpidana muslim sebelum eksekusi.

Freddy telah dieksekusi oleh Kejaksaan Agung di Pulau Nusakambangan, Jumat (29/7/16) dini hari. Hasan menyebutkan bahwa Freddy telah pasrah menghadapi hukuman mati yang diterimanya.

“Ya banyaklah pembicaraan terakhir dengan Freddy, panjanglah. Di antaranya pesan anaknya supaya jadi orang yang saleh ya, jadi ulama, jadi kiai,” ungkap Hasan.

Selama berada di Nusakambangan, ada perubahan yang sangat drastis yang dialami oleh Freddy. Dari tampilannya, Freddy terlihat mengenakan gamis, peci, dan mulai berjenggot. Selain itu Freddy juga menjalankan sholat serta membaca Al Qur'an.

Freddy Budiman dihukum mati oleh Pengadilan Negeri Jakarta Barat (PN Jakbar) pada Pengadilan Tinggi (PT) Jakarta dan tingkat kasasi. Upaya hukum luar biasa berupa peninjauan kembali juga telah diberikan tetapi MA menolaknya, pekan lalu.

 

Freddy memiliki sejarah yang sangat panjang dalam bisnis haram narkoba. Diawali dari profesinya sebagai tukang copet, kemudian nyambi jadi pedagang narkoba, hingga akhirnya menjadi pengedar narkoba kelas kakap.

Sebelumnya, meski dipenjara di LP Cipinang, Freddy masih bisa mengendalikan bisnis narkobanya hingga ke luar negeri. Di dalam penjara, Freddy menjalankan bisnis haramanya dengan Chandra Halim untuk mengimpor 1,4 juta pil ekstasi dari Hong Kong. Operasi disusun rapi melibatkan banyak pihak, tapi aparat berhasil mengendusnya dan membongkar aksi itu pada 2013.

Dari terbongkarnya aksi Freddy mengimpor pil ekstasi tersebut, aparat mengendus ada yang berbeda dengan kamar penjara Freddy di LP Cipinang. Setelah digerebek, terungkap Freddy membuat pil ekstasi di dalam kamarnya. Berbagai perkakas dan bahan baku sabu ia dapatkan dari luar dengan menyuap para sipir penjara.

Baca juga: Mungkin Ini Alasan Mengapa Zulfiqar Ali Tak Jadi Dieksekusi

Setelah kasus itu terbongkar, Freddy dipindahkan ke Pulau Nusakambangan. Tapi lagi-lagi Freddy tidak kapok dan terus mengendalikan bisnis narkobanya. Bermodal smartphone, Freddy mengoperasikan jaringannya dari dalam penjara super maximum security tersebut dengan aset mencapai miliaran rupiah.

Kasus penyelundupan narkoba kembali dilakukan oleh Freddy dari dalam LP Nusakambangan. Freddy mengaku, mengimpor 50 ribu butir pil ekstasi dari Belanda ke Indonesia lewat Jerman. Paket itu dimasukkan ke kardus dengan tujuan akhir Kantor Pos Cikarang. Freddy menyuruh anak buahnya, Suyanto, untuk mengurus paket tersebut.

Minyak Zaitun Cegah Keriput dan Garis Halus
Trump Kecam Uni Eropa Terkait Denda untuk Google

Reaksi Kamu

Tanggapan Pembaca

    Belum ada Tanggapan

    Jadilah yang pertama memberikan tanggapan

Sekilas Tentang WinNetNews

Situs WinNetNews.com merupakan portal berita dan informasi teraktual perihal berbagai peristiwa di nusantara maupun mancanegara. Kelengkapan, keakurasian serta aktualitas berita dan informasi WinNetNews.com telah membuat tingkat baca artikel-artikelnya naik secara signifikan walaupun usia WinNetNews.com sebagai portal berita baru seumur jagung.