(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Peserta Pertemuan Tahunan IMF-World Bank Mulai Berdatangan di Bali

Rusmanto
Rusmanto

Peserta Pertemuan Tahunan IMF-World Bank Mulai Berdatangan di Bali istimewa

WinNetNews.com - Nusa Dua, Bali, mulai dipadati para peserta Pertemuan Tahunan IMF-World Bank. Maklum, mulai hari ini, sejumlah pertemuan akam dimulai sebagai rangkaian acara pertemuan tahunan ini.

Ketua Task Force Bank Indonesia untuk IMF-World Bank Annual Meetings 2018 di Bali Peter Jacobs mengatakan sejumlah gubernur bank sentral dan menteri keuangan berbagai negara menyatakan akan hadir. Seperti mulai dari Gubernur The Fed Jerome Powell hingga Gubernur Bank Central Trinidad and Tobago.

"Beberapa meeting sudah mulai tanggal 8 Oktober dan makin lama makin banyak. Meeting itu 10-13 Oktober. Paling banyak tanggal itu. Tapi IMF meeting dibuka tgl 11 Oktober 2018," kata Peter di Bali Nusa Dua Convention Centre (BNDCC), Bali, Senin (8/10/2018).

Rencananya, Presiden Joko Widodo akan menghadiri pertemuan ini sekaligus membukanya pada 11-12 Oktober 2018. Di dua hari itu, dijadwalkan juga menjadi puncak pertemuan dimana akan ada banyak bilateral meeting yang melibatkan para petinggi negara di dunia.

Bahkan, Managing Direcotor IMF Christine Lagarde sudah hadir di Indonesia dan sudah menjalani agenda mulai kemarin. Seperti melakukan penanaman terumbu karang di Nusa Dua bersama dengan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Keuangan RI dan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo.

"Pak Luhut tadi sudah inspeksi dan puas dengan persiapan yang dilakukan. Kami sudah bertemu Madam Lagarde dan para direktur IMF. Mereka belum pernah melihat persiapan sebaik ini dan bahkan ini annual meetings yang terbesar selama diselenggarakan di luar," tegas Peter.

Dalam pertemuan tahunan ini, setidaknya ada beberapa isu yang akan diangkat. Pertama yang akan dibahas adalah penguatan International Monetary System (IMS). Isu kedua adalah ekonomi digital. Perkembangan ekonomi digital dipengaruhi oleh berbagai risiko.

Selanjutnya isu ketiga, pembahasan mengenai bagaimana solusi kebutuhan pembeiayaan infrastruktur di negara berkembang dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Dan isu ke empat mengenai ekonomi dan keuangan syariah. (liputan6com)

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});