Pesona Pulau Sempu, Simalakama Wisata dan Pelestarian Lingkungan

Pesona Pulau Sempu, Simalakama Wisata dan Pelestarian Lingkungan

Senin, 29 Feb 2016 | 13:55 | Gunawan Wibisono

Winnetnews.com - Kita memang patut berbangga karena anak-anak muda Indonesia saata ini mulai sadar akan pentingnya traveling. Traveling adalah pengalaman tak ternilai yang bisa mengubah hidup dan cara pandang seseorang. Sayangnya, animo anak muda Indonesia untuk melangkahkan kaki ini belum berbanding lurus dengan kesadaran untuk menjaga kelestarian tempat yang dikunjungi.

Salah satunya adalah Pulau Sempu, “Tempat wisata” yang oke punya di kabupaten Malang ini, menjadi bukti bahwa traveler justru sering jadi bumerang bagi kelestarian alam. Banyak para traveler yang berkunjung kesana tidak menjaga kelestarian alam disana. Mereka boleh berbangga dan berpuas diri jika dapat berselfie ria dan kemudian foto-foto mereka diposting di media sosial (medsos) miliknya. Ketika teman-teman mereka me-like foto-foto mereka ada suatu kebanggaan tersendiri, apalagi ketika teman-teman mereka memberikan komentar-komentar yang bagus untuk foto-foto yang dipostingnya.

Tapi kalau traveler muda mau tahu, Pulau Sempu itu bukan kawasan wisata, melainkan kawasan Cagar Alam yang seharusnya steril dari segala kegiatan wisata. Secara administratif, Pulau Sempu ini terletak di Desa Tambakrejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Pulau ini telah ditetapkan menjadi kawasan Cagar Alam sejak zaman Belanda berdasarkan Besluit van den Gouverneur Generaal van Nederlandsch Indie No : 69 dan No.46 tanggal 15 Maret 1928 tentang Aanwijzing van het natourmonument Poelau Sempoe dengan luas 877 ha. (bbksdajatim.org)

Selain keputusan pemerintahan pada zaman kolonial, Keputusan Menteri Kehutanan dan Perkebunan RI Nomor: 417/Kpts-II/1999 tertanggal 15 Juni 1999 juga menegaskan Pulau Sempu sebagai Cagar Alam.

“Cagar Alam adalah suatu kawasan suaka alam yang karena keadaan alamnya mempunyai kekhasan tumbuhan, satwa, dan ekosistemnya atau ekosistem tertentu yang perlu dilindungi dan perkembangannya berlangsung secara alami. Sebagai bagian dari kawasan konservasi (Kawasan Suaka Alam), maka kegiatan wisata atau kegiatan lain yang bersifat komersial, tidak boleh dilakukan di dalam area cagar alam. Untuk memasuki cagar alam diperlukan SIMAKSI (Surat Izin Masuk Kawasan Konservasi).” — Wikipedia Indonesia tentang Cagar Alam

Nah, berarti jelas, dong. Secara hukum, Pulau Sempu dilindungi dengan titel kawasan Cagar Alam. Untuk mengunjunginya, kamu membutuhkan Surat Ijin Masuk Kawasan Konservasi (SIMAKSI) yang harus diurus lewat Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Provinsi Jawa Timur di Surabaya. Tujuanmu pun harus jelas: penelitian dan pengembangan, ilmu pengetahuan, pendidikan, serta kegiatan budidaya seperti yang termaktub dalam Pasal 17 ayat 1 UU No. 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem.

Nah bagaimana para traveler muda, setelah mendapatkan informasi ini, masih tetap mau mengunjungi Pulau Sempu?

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...