Petani Tembakau Bisa Rugi Jika Harga Cukai Rokok Mahal
Ilustrasi petani tembakau. [Foto: Republika.co.id]

Petani Tembakau Bisa Rugi Jika Harga Cukai Rokok Mahal

Jumat, 3 Jan 2020 | 11:30 | Khalied Malvino

Winnetnews.com - Ketua Umum Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI), Suswono, menyebut kenaikan harga rokok akan menyebabkan berkurangnya jumlah pembeli rokok, yang sekaligus akan mengurangi pendapatan petani tembakau.

"Ya bakal berkurang. Tapi belum tahu pengurangannya berapa persen. Kemarin awal-awal (ketok palu) pada Oktober 2019 mengenai kenaikan cukai rokok, harga tembakau sempat turun sampai 50 persen padahal musim panen, dan ini merugikan petani," ujar Suswono seperti dikutip Tribunnews.com, Kamis (2/1).

Namun demikian, Suswono menyatakan jika ingin melihat dampaknya, nanti di saat panen pada bulan Agustus atau September 2020 di mana para petani tembakau mulai menanam pada bulan Mei dan Juni 2020.

"Kalau sekarang belum musim tembakau. Nanti Agustus atau September 2020 mulai terlihat, sebagai dampak dari dampak penjualan rokok mulai Januari 2020. Kalau memang penjualan turun, maka ini akan mengurangi serapan tembakau petani," katanya menjelaskan.

Lebih lanjut Suswono menilai, perusahaan rokok pastinya sudah memiliki cara agar bagaimana rokok mereka bisa laku dipasaran. Hal ini pastinya akan menguntungkan petani tembakau.

"Walaupun pemerintah sudah menetapkan kenaikan harga cukai rokok, namun pabrik (rokok) memiliki kebijakan sendiri agar rokoknya laku. Mungkin semacam subsidi sehingga rokoknya masih bisa tetap terjangkau," tegasnya.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...