Petinggi KAMI Dipertontonkan Seperti Teroris, Andi Arief: Saya Sedih Melihatnya
Foto: Tribunnews

Petinggi KAMI Dipertontonkan Seperti Teroris, Andi Arief: Saya Sedih Melihatnya

Jumat, 16 Okt 2020 | 14:35 | Anggara Putera Utama

Winnetnews.com -  Sejumlah petinggi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia termasuk Syahganda Nainggolan dan Jumhur Hidayat ditetapkan menjadi tersangka oleh kepolisian dalam kasus dugaan pelanggaran terhadap UU ITE terkait dengan UU Cipta Kerja.

Politikus Andi Arief menyoroti tindakan yang dilakukan kepolisian dengan mempertontonkan ke publik seperti penjahat. Andi mengingatkan bahwa Syahganda Nainggolan dan Jumhur Hidayat ikut berkontribusi pada perjuangan reformasi.

"Saya sedih dan menangis melihat Syahganda dan Jumhur Hidayat dan kawan-kawan dipertontonkan ke muka umum seperti teroris. Mereka berdua ada jasanya dalam perjuangan reformasi. UU ITE tidak tepat diperlakukan begitu, bahkan untuk kasusnya juga tidak tepat disangkakan," kata Andi Arief.

Lewat media sosialnya, Andi Arief yang sejak awal juga turut menolak pengesahan UU Cipta Kerja dan tak jarang menyoroti tindakan aparat dalam menangani demonstran, menuntut Omnibus Law dibatalkan dan yang aktivis yang ditangkap segera dibebaskan.

Menurut Andir, negara lebih baik fokus pada penanganan pandemi Covid-19 dan resesi ekonomi, yang menjadi salah satu akar masalah.

"Inti masalah pokok beberapa bulan ini pandemi dan resesi yang butuh dukungan luas rakyat," kata Anfi Arief.

Sebelumnya penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menetapkan tiga aktivis sebagai tersangka pelanggaran Undang-undang ITE. Ketiganya antara lain Syahganda Nainggolan, Jumhur Hidayat, dan Anton Permana.

Penahanan terhadap petinggi KAMI itu juga dibenarkan oleh Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divhumas Polri Brigjen Awi Setiyono.

"Sudah ditahan. Namanya sudah ditahan, sudah jadi tersangkalah," kata Awi.

Sebelumnya ada delapan aktivis yang ditangkap polisi, yakni Juliana, Devi, Wahyu Rasari Putri, Khairi Amri, Kingkin Anida, Anton Permana, Syahganda Nainggolan, dan Jumhur Hidayat. Mereka ditangkap di Medan (Sumatera Utara), Jakarta, Depok, dan Tangerang Selatan dalam rentang waktu 9 - 13 Oktober 2020.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...