Skip to main content

Petisi Dukung Transportasi Online di Jabar Bermunculan

foto: Istimewa
foto: Istimewa

WinNetNews.com - Kemunculan transportasi online di Indonesia memunculkan pro kontra di kalangan masyarakat luas. Hal ini berimbas pada imbauan agar tidak beroperasi hingga waktu yang ditentukan dan membuat sebagian masyarakat mencurahkannya dalam sejumlah petisi.

Terlihat pada website change.org, Selasa (12/10/2017) terdapat sekitar empat petisi yang sama-sama membahas mengenai transportasi online di Kota Bandung dan Jabar.

Salah satunya petisi berjudul 'Jangan Kembali Renggut Kebebasan Masyarakat Jawa Barat Untuk Memilih Transportasi!!'. Petisi yang dibuat oleh akun Warga Bandung itu mempetisi Presiden Jokowi, Gubernur Jabar Ahmad Heryawan, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil dan Kadishub Jabar Dedi Taufik Kurohman.

Dalam petisi tersebut disebutkan jika pernyataan Wadah Aliansi Aspirasi Transportasi (WAAT) mengenai penghentian beroperasinya transportasi online. Hal tersebut dianggap jika pemerintah mengabaikan hak masyarakat luas dalam memilih layanan transportasi.

"Keputusan yang sulit dipercaya keluar dari pemerintah Jawa Barat dan Kota Bandung yang terkenal akan semangat kemajuan. Bapak Presiden RI yth, mohon agar menjadi perhatian atas kekhawatiran masyarakat ini," tulis petikan paragraf kedua petisi tersebut.

Pada akhir petisi penulis kembali meminta agar pemerintah membebaskan masyarakat sebagai calon penumpang untuk memilih moda transportasi apa yang akan digunakan. "Bebaskan penumpang memilih, tindak tegas monopoli dan anarki, dan mengecam keras segala tindakan main hakim sendiri!," tutup petisi tersebut.

Hingga Kamis siang pukul 11.00 WIB petisi tersebut sudah didukung dan ditandatangani oleh 42.151 orang. Tidak hanya ikut mendukung dengan menandatangani petisi, para warganet juga banyak yang memberikan komentarnya.

"Saya menandatangani ini karena saya sangat sepakat. Masyarakat seharusnya bebas memutuskan akan berkendara menggunakan apa saja. Dan pihak lain harus terima jika tidak menggunakan jasa mereka," tulis akun Annyta Sumarya.

"Saya menandatangani petisi ini karena sering dibawa ngebut, kadang ugal2an pas naik angkot caheum-ledeng. Terus udah gitu ongkosnya suka minta lebih, padahal ngetem mulu! Wkwk #tetepcurhat," tulis Wilda Nurjanah dalam kolom komentar.

Selain petisi tersebut ada beberapa petisi lainnya seperti 'Kami Masyarakat Bandung Tidak Setuju Jika Transportasi Online Dihentikan Beroperasi'. Petisi yang dibuat oleh Denik Irawan Putra itu sudah ditandatangani oleh 17.225 pendukung.

Ada juga petisi yang ditulis oleh Surili Percusion berjudul 'Cabut Larangan Transportasi Online di Bandung'. Petisi yang lagi-lagi ditujukan bagi Ridwan Kamil, Ahmad Heryawan dan Jokowi mulai dibanjiri oleh tandatangan yang mencapai 3.889 pendukung.

Apa pendapat Anda mengenai artikel ini?

Loading Rating...

Komentar:

Loading...
Top