Petrokimia Gresik Dapat Pinjaman Dari BRI

Petrokimia Gresik Dapat Pinjaman Dari BRI

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) memberikan kredit Rp 1,3 triliun kepada BUMN pupuk, PT Petrokimia Gresik, untuk membangun ketahanan pangan nasional.

Penandatanganan dilakukan oleh Direktur UMKM BRI, Mohammad Irfan, bersama dengan Direktur Utama Petrokimia Gresik, Hidayat Nyakman, di Ruang Britama Gedung BRI 1 Jakarta Pusat.

"Pinjaman berupa kredit investasi tersebut digunakan untuk meningkatkan kapasitas produksi pupuk Petrokimia Gresik dengan membangun pabrik baru. Kita tahu bahwa salah satu kebutuhan utama untuk mewujudkan kedaulatan pangan adalah ketersediaan pupuk untuk mencukupi kebutuhan petani," ungkap Corporate Secretary Bank BRI, Budi Satria dalam keterangannya.

Kredit tersebut terdiri dari kredit investasi Rp 1 triliun untuk pembangunan pabrik Amoniak dan Urea (Amurea) II berjangka waktu 10 tahun. Sisanya Rp 300 miliar digunakan untuk kredit investasi membangun kembali (revitalisasi) Instalasi Penjernihan Air (IPA) Gunungsari, dengan jangka waktu 4,5 tahun.

Kedua kredit investasi tersebut disertai dengan fasilitas lindung nilai (hedging) berupa foreign exchange (forex) line, atau fasilitas yang digunakan untuk kebutuhan transaksi valas sebesar US$ 135 juta dengan jangka waktu 2 tahun.

"Hingga kini, Bank BRI telah mendukung industri pupuk melalui fasilitas pendanaan kepada BUMN produsen pupuk PT Pupuk Indonesia Holding Company sebesar Rp 13,4 triliun per September 2015. Rp 4,3 triliun di antaranya merupakan portofolio kredit yang diberikan ke PT Petrokimia Gresik dan anak usaha. Kami sudah bekerja sama dengan PT Petrokimia Gresik dalam hal pinjaman sejak tahun 1981," pungkas Budi.