PGI Dorong Pemerintah Bentuk Tim Independen Selidiki Kasus Haris Azhar

PGI Dorong Pemerintah Bentuk Tim Independen Selidiki Kasus Haris Azhar

Selasa, 9 Agt 2016 | 09:53 | Zaenal Arifin
 Jakarta, Winnetnews.com - Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) mendorong pemerintah membentuk tim independen untuk menyelidiki secara mendalam kasus dengan delik pencemaran nama baik. Hal ini terkait dengan tindakan Koordinator Kontras Haris Azhar mempublikasikan testimoni terpidana mati Freddy Budiman.

Seperti diketahui, dalam tulisan yang dipublikasi oleh Haris dalam laman facebook Kontras, menuliskan ada tiga institusi negara yakni, TNI, Polri dan BNN yang terlibat dalam peredaran narkoba di Indonesia melalui jaringan Freddi Budiman. Oleh karena itu, Haris dilaporkan ke Bareskrim Mabes Polri dengan dugaan pencemaran nama baik dan tindak pidana ITE.

"Penyelidikan tim independen ini penting untuk menunjukkan komitmen negara terhadap pemberantasan narkoba dan reformasi kepolisian," kata Jeirry Sumampow dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa (9/8/2016).

"Penyelidikan ini juga diperlukan untuk membersihkan ketiga institusi tersebut dari tuduhan-tuduhan negatif yang selama ini beredar di masyarakat melalui media massa dan media online maupun media sosial," katanya menambahkan.

Sebelumnya, Koordinator Kontras Haris Azhar menuliskan bahwa terpidana mati Freddy Budiman mengaku memberikan uang ratusan miliar rupiah kepada penegak hukum di Indonesia untuk melancarkan bisnis haramnya di Tanah Air.

"Dalam hitungan saya selama beberapa tahun kerja menyelundupkan narkoba, saya sudah memberi uang Rp450 miliar ke BNN. Saya sudah kasih Rp90 miliar ke pejabat tertentu di Mabes Polri. Bahkan saya menggunakan fasilitas mobil TNI bintang dua," kata Freddy seperti dikutip dari laman Facebook Kontras.

Terkait dengan tulisan tersebut, Haris Azhar secara resmi dilaporkan oleh TNI, BNN dan Polri ke Bareskrim Mabes Polri yang langsung melakukan pengembangan kasus.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...