PGRI Kecewa Dengan Penganiayaan Guru oleh orangtua siswa di Makassar

PGRI Kecewa Dengan Penganiayaan Guru oleh orangtua siswa di Makassar

Kamis, 11 Agt 2016 | 20:59 | Rike
WinNetNews.com - Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI) mengatakan sangat kecewa, marah dan sedih atas terjadinya penganiayaan guru di SMK Negeri 2 Makassar oleh orang tua siswa. Pelaksana Tugas Ketua Umum (Plt Ketum) PB PGRI, Unifah Rasidi yakin masalah ini bukanlah karena kesalahan guru.

“Itu kan sedang mengajar. Jadi itu kan guru baik-baik mengingatkan anaknya tapi ayah dan anaknya malah memukul. Intinya PGRI menyesalkan, marah dan kecewa atas tindakan orang tua,” jelas Unifah saat dihubungi wartawan, Kamis (11/8). Dia tak tahu mengapa masih banyak masyarakat tertentu yang melecehkan profesi dan martabat guru. Menurut Unifah, PGRI setempat bersama ribuan guru sudah membantu kasus ini. Bahkan, tindakan ini mendapatkan dukungan dari para siswa yang melakukan long march bersama di Kamis pagi demi berjalannya proses hukum dengan baik. PGRI pun menegaskan, kasus ini harus dibawa ke dalam proses hukum. Dia ingin pelaku pemukulan guru dihukum sesuai ketentuan yang berlaku.

Atas terjadinya kasus ini, PB PGRI mengimbau masyarakat menghormati guru di sekolah. Kalau tidak percaya guru, lebih baik mereka didik anaknya sendiri. “Kita gak memprediksi pikiran orang. Yang kita minta adalah penyadaran bahwa sebenarnya guru, masyarakat dan orang tua adalah tiga pusat dalam pendidikan. Kalau ada masalah dibicarakan, jangan main hakim sendiri,” terangnya.

Unifah juga melihat, orang tua terkait jelas salah memahami aturan perlindungan anak. Hal ini juga menyebabkan dirinya bertindak di luar batas terhadap guru hanya sebab atas nama kasih sayang. Padahal, dia tegaskan, guru seharusnya dihormati terutama dari anak didiknya.

TAGS:

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...