Phobia WHO Soal 28 Negara Terinfeksi Virus Corona
Foto: Infowars.com

Phobia WHO Soal 28 Negara Terinfeksi Virus Corona

Jumat, 21 Feb 2020 | 17:54 | Khalied Malvino

Winnetnews.com - Penyebaran yang terus berkelanjutan dari wabah virus corona di 28 negara menjadi phobia tersendiri bagi Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO). Pasalnya, dari 28 negara yang terjangkit virus dengan kode Covid-19 ini sudah membuat sekitar puluhan ribu orang terinfeksi.

"Jumlah kasus di seluruh dunia sangat kecil dibandingkan dengan yang kita miliki di China, tetapi itu mungkin tidak akan bertahan lama," kata Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus di Jenewa pada Kamis (20/2/2020), dikutip dari CNBCIndonesia.com, Jumat (21/2/2020).

Tedros melanjutkan, kini ada 74 ribu lebih kasus virus corona di China, termasuk dua ribu lebih kasus kematian di negara itu. Di luar China, Tedros mengatakan ada seribuan kasus yang dikonfirmasi di banyak negara, termasuk tujuh kasus kematian.

Lebih dari setengah kasus di luar China berasal dari wabah di atas kapal pesiar Diamond Princess di pelabuhan Yokohama di Jepang. Lebih dari 620 orang dari 3.700 penumpang dan awak kapal yang terinfeksi virus corona.

"Jendela peluang yang kita miliki sekarang dapat ditutup, jadi kita perlu menggunakan jendela peluang yang kita miliki sekarang dengan memalu wabah di negara mana pun," kata Tedros.

Pernyataan itu muncul setelah para pejabat kesehatan mengkonfirmasi bahwa virus telah menyebar ke Iran dan angkanya melonjak di Korea Selatan dalam semalam.

Iran melaporkan dua kasus pertama yang dikonfirmasi pada hari Rabu, 19 Februari kemarin dan tak lama kedua pasien tersebut tewas. Iran kini memiliki lima kasus yang dikonfirmasi, termasuk kasus dua kematian tersebut.

Sementara itu, kasus di Korea Selatan meningkat dalam beberapa hari terakhir. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea awalnya melaporkan 53 kasus, lalu muncul 20 kasus baru. Korea Selatan juga melaporkan kematian pertama pasien penyakit COVID-19 pada hari Kamis kemarin.

"Meskipun jumlahnya tampaknya cukup tinggi, mereka sebagian besar terkait dengan wabah yang diketahui dan sudah ada. Sehingga belum berubah dan itu tidak menandakan perubahan tertentu dalam epidemiologi global," ujar Dr. Oliver Morgan, direktur informasi darurat kesehatan dan penilaian risiko WHO menyoal kasus baru di Korea Selatan.

Sebagian besar pasien di Korea Selatan berasal dari kota Daegu dan sekitarnya. Wali Kota Daegu, Kwon Young-jin, memperingatkan warganya untuk tetap tinggal di dalam rumah saat agar tidak tertular.

"Saya pikir jumlah kasus benar-benar dapat dikelola dan saya berharap Korea Selatan akan melakukan segalanya untuk mengatasi wabah ini pada tahap awal ini," tambah Tedros tentang situasi di Korea Selatan saat ini.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...