Pidato Ditolak Parlemen, Carrie Lam Dituntut Mundur
Carrie Lam ditolak anggota parlemennya sendiri saat akan berpidato, Rabu (16/10). [Foto: Reuters]

Pidato Ditolak Parlemen, Carrie Lam Dituntut Mundur

Kamis, 17 Okt 2019 | 17:10 | Khalied Malvino

Winnetnews.com -  Sejumlah anggota parlemen dari kubu pro-demokrasi Hong Kong mendukung publik menuntut pimpinan eksekutif Hong Kong, Carrie Lam mundur dari jabatannya. Akibatnya, Lam yang direncanakan berpidato tentang kebijakan di gedung parlemen Hong Kong gagal lantaran mendapat penolakan tersebut, Rabu (16/10).

Menyikapi hal tersebut, Lam terpaksa berpidato melalui video yang dibagikan kepada anggota DPR Hong Kong. Aksi penyampaian pendapat itu berlangsung ricuh. Ini berdampak dari Lam yang dinilai tak mampu mengkoordinir suara generasi millenial Hong Kong yang terus memperjuangkan suara rakyat pro-demokrasi.

Melansir SINDOnews, para anggota parlemen oposisi Hong Kong menyuarakan lima tuntutan yang ditulis pada poster dan spanduk di parlemen. Anggota parlemen oposisi, Tanya Chan mengungkapkan, Lam sangat patut disalahkan atas permasalahan yang terjadi di Hong Kong.

"Kedua tangan (Lam) dipenuhi dengan darah," kata Chan.

 "Kita berharap Carrie Lam menarik diri dan mengundurkan diri. Dia tidak memiliki kemampuan memimpin. Dia tidak cocok menjadi pemimpin eksekutif," sambungnya dilansir BBC.

image0
Foto: Reuters

Sementara pada pidato Lam yang disiarkan melalui video, dia tidak mengucapkan permohonan maaf atas tindakan tak berperikemanusiaan pemerintah terhadap para demonstran. Aparat keamanan menembakkan gas air mata dan peluru karet kepada para demonstran.

“Segala tindakan yang menyuarakan kemerdekaan Hong Kong dan mengancam kedaulatan, keamanan, dan kepentingan pembangunan tidak akan ditoleransi,” kata Lam, dilansir Reuters.

“Meskipun banyak kesulitan yang dialami Hong Kong, selama kita percaya dengan prinsip ‘satu negara, dua sistem’, maka kita akan keluar dari permasalahan,” imbuhnya.

Para demonstran marah ketika Beijing berusaha memperkuat pengaruhnya ke Hong Kong. Beijing juga menolak tuduhan negara-negara Barat, khususnya Amerika Serikat (AS) dan Inggris, tentang memicu permasalahan.

Kerusuhan di Hong Kong memang menjadi tantangan terbesar yang dihadapi Presiden China Xi Jinping sejak dia berkuasa pada 2012. Dia berulang kali menegaskan akan menghancurkan segala upaya yang memecah belah China.

image1
Foto: Reuters

Kemudian, Lam mengungkapkan dirinya telah menggelar pertemuan tertutup dengan beberapa anggota dari gerakan demonstrasi. Dia juga menegaskan tidak akan mengundurkan diri.

Dia menolak dua dari lima tuntutan demonstran, yakni amnesti bagi tersangka dan hak pilih universal. “Kedua tuntutan itu di luar kekuasaannya sebagai pemimpin eksekutif,” paparnya.

Bukan hanya permasalahan politik semata yang memicu ketegangan di Hong Kong. Mahalnya harga properti di Hong Kong menyebabkan banyak anak muda tak mampu mendapatkan kesempatan memilik apartemen. Lam pun berjanji akan meningkatkan proyek perumahan.

Dia juga mengkritik konglomerasi properti yang menguasai sejumlah tanah. Dia berjanji akan mengambil alih tanah milik pengusaha.

“Kita akan menciptakan kesempatan kepemilikan rumah bagi rakyat sehingga mereka senang kalau Hong Kong adalah rumah mereka,” pungkas Lam.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...