Skip to main content

'Piknik' Buruh di Depan Istana Negara

Piknik Buruh di Depan Istana Negara
Piknik Buruh di Depan Istana Negara

Massa buruh masih menggelar unjuk rasa di depan Istana Negara meski matahari sangat menyengat, Selasa, 1 September 2015. Puluhan buruh yang kelelahan setelah aksi jalan kaki dari Bundaran HI, Patung Kuda, menuju Istana Negara nampak melepas penat di bawah pohon-pohon di halaman Monas tak jauh dari pos polisi.

"Anggap saja ini piknik, kita makan-makan di Monas," kata Marlina, buruh wanita asal Bekasi.

Meski tanpa alas, mereka tampak santai beristirahat sembari makan siang. Sementara di jalanan, orasi terus disuarakan dengan lantang sejumlah petinggi organisasi buruh.

"Hari ini kami kembali keluar dari pintu-pintu pabrik, keluar dari tempat bekerja untuk berkumpul dan menuntut keadilan bagi kaum buruh," kata Said Iqbal Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI).

Menurut Iqbal, sekarang ekonomi sangat memprihatinkan. Banyak pabtik tutup dan buruh pasti menjadi korban. "Istri-istri kaum buruh datang kepada suami, harga melambung tinggi, buruh tidak mampu lagi membeli barang kehidupan sehari-hari," ujarnya.

massa aksi telah merangsek ke Jalan Merdeka Utara sejak pukul 12.00 WIB, setelah sebelumnya mereka berkumpul di Patung Kuda dan berjalan kaki menuju depan Istana Negara.

Hingga saat ini Jalan Merdeka Utara dan Jalan Merdeka Barat masih ditutup sementara karena lumpuh dipadati massa aksi.

Buruh yang turun aksi kali ini berasal dari antara lain Surabaya, Bekasi, Karawang, Tangerang, Depok dan Jakarta.

"Kita siap berjuang, ini aksi pemanasan kita, kalau pemerintah main-main kita akan kerahkan jutaan buruh di seluruh Indonesia," ujar Andi Gani, Presiden Serikat Pekerja Buruh Indonesia.

Andi mengatakan dalam orasinya, masih banyak aktivis buruh yang dipenjara dan menerima upah minimum. Selain ini mereka juga menyuarakan tuntutan lain seperti kesejahteraan buruh Indonesia secara keseluruhan dan menolak gelombang PHK.

"Anggota KSPI di Purawakarta, di Jakarta, meringkuk di tahanan dan ada tergeletak di rumah sakit, untuk itu kami menuntut mereka dibebaskan dari tahanan," ujarnya.

Tuntutan mereka yang berikutnya adalah perbaikan pelayanan BPJS. Masih banyak buruh yang tidak menerima pelayanan BPJS dengan baik. Mereka berharap buruh diterima di seluruh rumah sakit di Indonesia untuk berobat.

Apa pendapat Anda mengenai artikel ini?

Loading Rating...

Komentar:

Loading...
Top