Pilih Berkarir, Berbisnis atau Dua-Duanya?

Dani Gunawan
Dani Gunawan

Pilih Berkarir, Berbisnis atau Dua-Duanya?
WinNetNews.com - Kehidupan memang selalu disudutkan kepada pilihan dimana setiap pilihan terdapat konsekuensi yang harus kita pikul. Namun, setiap pilihan juga terdapat solusi, sehingga kita dapat bias berfikir lebih jernih dalam mengambil keputusan.

Berikut adalah 4 pilihan dan konsekuensi dalam meniti masa depan yang Anda inginkan.

1. Berkarir dan Berbisnis

Pada pilihan ini, Anda dapat menjalankan keduanya, yakni “berkarir” dan “berbisnis” dimana roda kehidupan Anda terbagi menjadi “dua”. Bila jenis pekerjaan Anda bersifat monoton, yakni menjalankan rutinitas tanpa ada dinamika apa pun, mungkin hal ini dapat dilakukan. Model bisnis yang dapat Anda pilih adalah bisnis yang mengandung “resiko rendah” dan dapat Anda jalankan setiap saat tanpa batasan waktu yang mengikat.

Konsekuensi dari menjalankan keduanya adalah ada saat dimana Anda akan mengalami “konflik kepentingan”. Yaitu, dalam waktu bersamaan Anda dihadapkan pada “satu pilihan”. Misalnya, pada saat bisnis Anda sedang memiliki “permintaan tinggi”, Anda mendapat “tugas kantor” dan harus berada dilokasi.

Solusi dari konseluensi diatas adalah dengan cara membuat tim, melatih dan mendelegasikan sebagian pekerjaan kepada tim Anda. Sehingga, Anda dapat setiap saat memenuhi dan menjalankan tugas dan tanggung jawab Anda sebagai pegawai dengan sebaik-baiknya.

 

2. Berkarir

Bila Anda sudah memutuskan untuk berkarir, maka Anda harus membuat perencanaan yang matang. Perencanaan tersebut harus meliputi “posisi” yang Anda inginkan beserta “gaji” yang Anda kehendaki. Intinya adalah pertumbuhan karir haruslah selaras dengan gaji yang Anda butuhkan untuk mememuhi kebutuhan Anda dan keluarga dimasa yang akan datang.

Konsekuensi dari pilihan ini adalah rencana karir yang Anda buat dapat “berubah” sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Selain itu, Anda selamanya akan tetap menjadi pegawai. Bila Anda melakukan inovasi-inovasi yang cemerlang, lalu mendapatkan apreasiasi dari lembaga lain, maka appresiasi tersebut 100% akan menjadi “milik perusahaan” tempat Anda bekerja. Namun, sisi positifnya Anda akan dikenang sebagai “karyawan berprestasi”.

Solusinya adalah fokuskan kepada “tujuan karir” Anda dan curahkan semua pikiran dan usaha terbaik Anda untuk perusahaan Anda. Kelak, Anda akan dapat menceritakan prestasi-prestasi Anda kepada generasi penerus pada perusahaan dan anak cucu Anda.

3. Berkarir dulu, Lalu Berbisnis

Pilihan ini tepat bila waktu yang Anda pilih untuk berbisnis juga tepat. Dengan berkarir Anda akan banyak mendapatkan ilmu-ilmu baru yang kelak akan sangat berguna untuk memulai usaha Anda. Waktu yang tepat untuk memulai bisnis Anda adalah dikisaran 35 hingga 45 tahun. Karena, direntang waktu tersebut Anda sudah memiliki pengalaman professional dan masih produktif dalam berfikir dan bertindak. Karena, bisnis sangat menguras tenaga dan pikiran. Bila bisnis yang Anda lakukan kurang beruntung, direntang usia tersebut Anda juga dapat kembali bekerja sebagai tenaga profesional.

Konsekuensi dari pilihan ini adalah Anda harus menyiapkan modal usaha beserta tabungan cadangan untuk kehidupan Anda.

Solusinya, Anda harus menyimpan sebagian dari hasil gajian Anda untuk mempersiapkan modal usaha dan dana cadangan. Tabungan tersebut bersifat jangka panjang dan dapat berupa deposito atau emas.

 

4. Berbisnis

Bila setelah Anda lulus belajar dan ingin langsung terjun didunia bisnis, langkahnya adalah dengan mempelajari “bisnis model” dan “bisnis prosess” yang akan Anda jalankan. Pastikan Anda mempelajari potensi pasar dan memiliki keahlihan yang dibutuhkan untuk melakukan usaha. Lalu, siapkan modal usaha dan mulai berbisnis.

Konsekuensi dari pilihan ini adalah Anda harus bekerja keras untuk menyakinkan pasar, menuangkan karya-karya baru, dan teratur dalam keuangan. Solusinya adalah banyak berdiskusi dengan pelanggan Anda, tanyakan kepuasan mereka, terus berinovasi dan jaga arus keuangan Anda.

Jadi, Mana yang Anda pilih? Apa pun pilihan Anda, semuanya memerlukan ketekunan untuk terus belajar, berkarya dan mampu melihat peluang-peluang yang ada, sehingga rencana Anda dapat terwujud.

Perihal Penulis:

Ikin SOLIKIN

Beliau adalah praktisi dan konsultan dibidang “Sumberdaya Manusia” dan “Pelayanan” di industri Perhotelan, Kesehatan dan Perbankan. Ia ahli dibidang Transformasi Budaya Pelayanan Publik, Corporate Culture, Recruitment, Talent Management, Training & Development dan People Branding.

Sebelum merintis usahanya sebagai konsultan, ia telah bekerja lebih dari 10 tahun diperusahaan internasional seperti Global Hyatt Corporation, Accor, dan Tauzia Hotel Management. Ia adalah seorang certified coach, facilitator dan system analyst yang telah sukses melakukan proyek-proyek Transformasi Budaya Pelayanan, Pembuatan Corporate Training , pembuatan system-system pelayanan dan Sumberdaya Manusia untuk perusahaan korporasi berskala besar.

ikin@hoba.co.id

Apa Reaksi Kamu?