Pilkada di Tengah Pandemi, PSI Usul Warga Bawa Paku Sendiri saat Pencoblosan

Anggara Putera Utama

Dipublikasikan setahun yang lalu • Bacaan 1 Menit

Pilkada di Tengah Pandemi, PSI Usul Warga Bawa Paku Sendiri saat Pencoblosan
Ilustrasi

Winnetnews.com -  Koordinator Juru Bicara PSI, Kokok Dirgantoro memberi usulan kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) agar menyiapkan protokol atau aturan yang menjamin keamanan serta keselamatan warga saat penyelenggaraan Pilkada di tengah pandemi virus corona.

Salah satunya yang diusulkan Kokok lewat akun Twitter pribadinya adalah warga diimbau membawa paku sendiri dari rumah saat pencoblosan guna mencegah menyebaran Covid-19.

"Rakyat diminta membawa paku atau alat sejenis dari rumah masing-masing ," kata Kokok, Rabu (23/9).

Imbauan tersebut bertujuan agar mencegah  penyebaran virus corona melalui alat yang berpindah tangan.

Apabila warga memang tidak dianjurkan membawa paku sendiri, maka KPU selaku penyelenggara harus memastikan paku yang digunakan disterilisasi menggunakan desinfektan yang telah disiapkan tiap usai digunakan.

PSI kata Kokok, berharap pemerintah kembali mempertimbangkan masukan dari banyak pihak untuk menunda Pilkada.

Namun, jika memang Pilkada akan tetap digelar, maka Kokok meminta agar pemerintah menyiapkan aturan yang ketat dalam seluruh proses Pilkada.

"PSI mendesak diterbitkan PKPU baru yang benar-benar ketat mengatur semua proses Pilkada agar menjamin kesehatan masyarakat," ungkap.

Ia pun meminta agar protokol kesehatan yang disiapkan berlaku dari mulai kampanye hingga pencobolosan. Selain itu, Kokok juga mengusulkan agar konser musik atau pengumpulan massa dalam jumlah besar selama proses Pilkada dilarang.

"Semua kampanye dilakukan mayoritas secara virtual, menggunakan media sosial dan juga media massa," tegasnya.

Ketika pencobolosan, KPU diminta mengatur jumlah pemilih di tiap TPS agar terhindar dari terciptanya kerumunan. Selain itu, tiap TPS juga harus memiliki tempat cuci tangan. Adapun, lanjut Kokok pada tahap penghitungan suara, KPU juga harus membuat aturan rinci untuk menjaga kesehatan petugas, saksi dan masyarakat umum.

"Agar tidak menimbulkan klaster Covid-19 baru dan memanfaatkan kemajuan teknologi agar rakyat bisa memonitor penghitungan dari rumah," ungkapnya.

Share This Story

RELATED ARTICLE

Loading interface...