Pilot Lion Air Laporkan Balik Perusahaan

Pilot Lion Air Laporkan Balik Perusahaan

Minggu, 7 Agt 2016 | 13:46 | Fellyanda Suci Agiesta

WinNetNews.com - Lion Air memecat 14 Pilotnya terkait delay parah yang terjadi pada Mei lalu. Kini mereka menggugat setelah apa yang dilakukan oleh pihak Lion Air.

"Kami sudah melaporkan ke Kemenhub, Kementerian Ketenagakerjaan, dan DPR. Namun saat proses hukum sedang berjalan tapi kami di-PHK. Hasil tripartit Lion menolak dimediasi. Kami menggugat balik itu. Kalau ada perselisihan karyawan tidak boleh di-PHK, harus dimediasi. (Kami) Hanya PHK lisan, emang di pasar?" ujar pendiri Serikat Pekerja-Asosiasi Pilot Lion Group (SP-APLG) Captain Mario Hasiholan.

Acara ini difasilitasi oleh LBH Jakarta yang dihadiri oleh sejumlah anggota SP-APLG.

SP-APLG juga turut dilaporkan oleh Lion Air kepada polisi karena organisasi tersebut didirikan di luar instansi.

"Tindakan Lion Air yang melaporkan SP-APLG (ke polisi) merupakan langkah kriminalisasi pada pilot," imbuh Mario.

Mario juga membantah tentang pembinaan yang akan dilakukan Lion Air.

"Kita bukan dibina tapi dimiskinkan, sampai detik ini kita tidak tahu. Sampai saat ini kita tidak pernah dipanggil," sergahnya.

Selain kedua masalah diatas, pihaknya juga mempermasalahkan sistem kontrak kerja di Lion Air yang tidak sesuai dengan Pasal 59 UU Nomor 13 Tahun 2013 tentang Ketenagakerjaan. Berdasar pasal tersebut, Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) hanya boleh dilakukan paling lama 2 tahun dan hanya boleh diperpanjang 1 kali untuk jangka waktu paling lama 1 tahun.

"Kami (tenaga) kontrak. Kami tidak ada yang menjadi pegawai tetap, dengan jangka waktu 5-20 tahun dengan penalti dari Rp 500 juta sampai miliaran. Kontrak disodorkan setelah training. Pada saat pilot menandatangani kontrak kerja, anggaplah kami melakukan kesalahan. Tapi mereka kan mengetahui undang-undang (Ketegakerjaan) ini," ujarnya.

 

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...