Pilu New York, Truk Trailer Pendingin Dipadati Mayat Korban Coronavirus
Foto: aljazeera.com

Pilu New York, Truk Trailer Pendingin Dipadati Mayat Korban Coronavirus

Rabu, 1 Apr 2020 | 12:58 | Khalied Malvino

Winnetnews.com - Sebuah truk trailer berpendingin dipenuhi mayat-mayat orang Amerika Serikat (AS) korban virus corona baru; COVID-19. Ini merupakan pemandangan memilukan kala virus corona kian menggerogoti kota yang kehidupannya tak pernah berhenti itu.

Melansir SINDOnews.com, Rabu (1/4), seperti diberitakan Buzzfeed News yang merilis foto-foto tersebut. Media itu mengaku memperoleh foto-foto itu dari seorang perawat di sebuah rumah sakit di Manhattan, New York City, pada hari Minggu (26/3).

"Saya membawanya untuk ditunjukkan kepada orang-orang," kata perawat itu kepada Buzzfeed News. "Ini adalah kenyataan mengerikan dari apa yang kita hadapi dan di mana sebagian dari kita sudah berakhir."

Perawat yang identitasnya tidak dipublikasikan itu juga mengirim pesan singkat kepada Buzzfeed News yang mengatakan bahwa salah satu jasad di truk tersebut adalah seorang wanita berusia 71 tahun yang telah dia lihat mengembuskan napas terakhirnya malam sebelumnya.

Wanita lanjut usia itu dites positif COVID-19 seminggu sebelumnya dan dikirim pulang, namun kembali ke rumah sakit dengan kondisi sesak napas. Dia meminta untuk tidak diintubasi dan akhirnya meninggal.

Foto-foto tersebut menjadi bagian dari rekaman gambar memilukan lain di wilayah New York City seperti pemuatan forklift mirip kantong mayat ke bagian belakang truk.

"Ini langsung dari Brooklyn, New York," kata juru kamera dalam rekaman tersebut. "Mereka meletakkan mayat di belakang truk freezer."

Sepotong rekaman terpisah menunjukkan seorang pekerja dengan alat pelindung diri membuka bagian belakang sebuah truk.

"Jenazah, jenazah, jenazah," katanya ketika kamera berjalan melintasi sejumlah tandu yang tertutup lembaran di jalan setapak. "Mereka punya truk yang akan kita masukkan jasadnya, bro," katanya sebelum membuka bagian belakang kendaraan.

"Jenazah di atas sana," katanya lagi ketika dia mengarahkan kamera ke wadah yang sebagian besar kosong. "Jangan menumpuk," imbuh dia.

Negara Bagian New York mencatat kasus pertama COVID-19 pada 1 Maret. Kurang dari sebulan kemudian jumlah kasus yang dikonfirmasi di negara bagian ini mendekati 66.500 orang, dan lebih dari 1.200 orang di antaranya telah meninggal.

Sebuah kapal rumah sakit Angkatan Laut dengan 1.000 tempat tidur telah merapat di New York untuk mencoba dan mengurangi tekanan pada sistem kesehatan di wilayah itu yang telah kewalahan.

Data dari situs pelaporan online worldometers.info pada Selasa malam menunjukkan ada 174.750 kasus COVID-19 di AS dengan 3.402 orang di antaranya telah meninggal. Sejauh ini 6.215 pasien telah disembuhkan.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...