Pilwalkot Medan, Akhyar Yakin Akan Ungguli Bobby
Foto: Gesuri.id

Pilwalkot Medan, Akhyar Yakin Akan Ungguli Bobby

Selasa, 28 Jul 2020 | 16:10 | Anggara Putera Utama

Winnetnews.com -  Pilwalkot Medan menyita perhatian publik. Tak lain karena dalam persaingannya, menantu Presiden Jokowi, Bobby Nasution ikut serta meski belum mendapat rekomendasi resmi dari satu partai pun.

Di samping itu, kepindahan eks petinggi PDIP Sumut Akhyar Nasution ke Partai Demokrat demi bisa maju di pilkada juga mewarnai kontestai Pilwalkot Medan.

Plt Ketua DPD Partai Demokrat Sumut Herri Zulkarnain Hutajulu optimis, calon yang diusung partainya, Akhyar Nasution akan mengungguli Bobby Nasution. Seperti diketahui, kemungkinan besar PDIP memang akan mengusung Bobby Nasution.

"Ya kami melihat itu, elektabilitas Pak Akhyar tinggi kemudian juga dia besar di Medan, minum air Sungai Deli, SD SMP SMA sampai kuliah di USU, kan besar di Medan, tahulah dia tentang Medan," kata Herri, Selasa (28/7).

"Dia sederhana, istrinya juga. Jadi, kan untuk dia menang kan cukup tinggi, dan untuk masyarakat di Kota Medan, orang kan cari yang berpengalaman," sambung dia.

Menurut Herri, secara adat, Akhyar dan Bobby sama-sama bermarga nasution. Terlebih, Akhyar usianya di atas Bobby. Herri menjelaskan, di dalam adat Batak, jika semarga namun usianya berada di atas maka dia lebih dihormati.

"Ini kan marga Nasution yang main, aku yakin Bobby akan serahkan kepada Bapaknya. Kan bapauda (paman) dipanggilnya ini kan. Dia orang yang baik orang yang soleh yang tahu adat. 'Sudahlah, bapauda lah yang megang Medan, aku masih muda masih banyak waktuku'. Itulah namanya orang yang beradat," papar Herri.

Sebab, Herri mengatakan, dalam kebudayaan orang batak, orang akan lebih sakit hati jika dituding tak memahami adat daripada dianggap tak memiliki uang.

Untuk persentase kemenangan, Herri memprediksi perolehan suara akan 70 berbanding 30 persen untuk kemenangan Akhyar.

"Kalau saya melihat 70-30 lah, itu pun sudah wajar sekali lah, itu. Itu sudah luar biasa Bobby melawan Bapaudanya. Tetapi pasti dikasih poinlah. Karena bapauda juga enggak mungkin mempermalukan kan," ujarnya.

Lebih lanjut, Herri lalu menegaskan alasan Demokrat melabuhkan pilihan mendukung Akhyar di Pilwalkot Medan. Sebab, sosok Akhyar telah berpengalaman, dan juga berniat ingin membenahi kota Medan yang sebelumnya tersangkut kasus korupsi.

Akhyar, kata Herri, telah berjanji tak akan korupsi seperti pendahulunya jika diamanahkan oleh masyarakat Kota Medan.

"Itulah yang kami liat niat tulusnya makanya kami majukan beliau ketika rumahnya sendiri tidak menerima dia, sementara dia emas berlian. Masak kita sia-siakan orang yang mau membesarkan kota Medan," tandas Herri.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...