PIMCO Pesimis Soal Kebangkitan Mata Uang

Muhammad Takdir
Muhammad Takdir

PIMCO Pesimis Soal Kebangkitan Mata Uang

WinNetNews.com - Pacific Investment Management Co. (PIMCO) masih pesimis soal kebangkitan mata uang di dunia saat ini. PIMCO mengatakan bahwa peningkatan tertinggi dalam 17 tahun ini hanya memperkuat kondisi agar nilai saham menurun.

“Mata uang ini menarik pergerakannya dalam seminggu terakhir," ungkap Luke Spajic, manajer emerging markets money manager di Pimco, yang pendanaan negara berkembangnya telah meningkat 97% dalam lima tahun terakhir.

PIMCO yang memiliki dana $1.52 trilyun mengatakan dalam laporannya pada 1 Oktober 2015 bahwa ada short position dalam mata uang Ringgit, Baht dan Won. Short position sendiri artinya adalah penjualan mata uang yang dipinjang yang diharapkan nilainya akan turun.

Mata uang negara berkembang naik minggu lalu, seperti dilansir Bloomberg, kenaikan terbesar sejak 1998. Para trader mendorong harapan ketika the Fed mulai meningkatkan suku bunga. Luke sendiri tidak tahu rebound ini kapan bertahan, namun dia melihat gelombang penurunan di Asia yang akan berpengaruh pada mata uang, ekspor dan proyeksi pertumbuhan ekonomi.

Kekhawatiran PIMCO sama dengan kekhawatiran IMF yang menyunat pertumbuhan ekonomi global jadi 3.1 % pada 6 Oktober dari 3.3% pada Juli tahun ini. IMF mengutip bahwa perlambatan ekonomi masih akan terjadi, berikut tekanan finansial dan keluarnya modal.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});