Skip to main content

Pindad Banjir Pesanan Alat Berat

Pindad Banjir Pesanan Alat Berat
Pindad Banjir Pesanan Alat Berat

JAKARTA - PT Pindad (Persero) merupakan Badan usaha milik negara (BUMN) akhirnya meluncurkan produk alat berat ekskavator untuk keperluan nonmiliter alias sipil, Kamis (10/9/2015). Alat berat ini akan diproduksi secara massal mulai Januari 2016, sebanyak 50 unit per bulan.

Direktur Utama PT Pindad Silmy Karim menyatakan, begitu produk bernama Excava 200 tersebut diluncurkan, perusahaan telah memperoleh pemesanan dari pemerintah. Pemesannya antara lain Kementerian Pekerjaan Umum (PU) sebanyak 500 unit.

"Ditambah dari Kementerian BUMN, yang memesan 100 unit," kata Silmy saat dihubungi Kontan, Jumat (11/9/2015).

Adapun harga jual satu Pindad Excava 200 mencapai Rp 1,3 miliar. Dengan demikian, nilai order pembelian ekskavator milik Pindad pada tahun 2016 mencapai Rp 800 miliar. "Seharusnya bisa lebih jika kami mau. Ada yang mengajukan pemesanan kepada kami 1.000 unit. Namun, kami ingin melakukan semuanya secara bertahap," ujar Silmy.

Ekskavator buatan Pindad ini jelas punya pesaing kelas berat di pasar. Sebut saja, Caterpillar, Volvo, atau Komatsu, yang memiliki popularitas serta didukung perusahaan finansial atau tambang di Tanah Air.

Sampai sisa akhir tahun ini, Pindad akan menata sistem penjualan ataupun layanan purna-jual secara matang. "Jangan sampai setelah kami produksi dan jual banyak, ketika ada kerusakan atau persoalan, layanan purna-jualnya malah tak siap," kata Silmy.

Menurut rencana, produksi massal Pindad Excava 200 akan dimulai pada Januari 2016. Rata-rata kapasitas produksinya mencapai 50 unit per bulan atau 600 unit per tahun.

Pindad selama ini dikenal sebagai BUMN yang memproduksi senjata militer atau alat utama sistem persenjataan. Produksi Pindad cukup beragam, mulai dari senapan, panser, hingga bahan peledak.

Apa pendapat Anda mengenai artikel ini?

Loading Rating...

Komentar:

Loading...
Top