PKL Jatibaru Minta Disiapkan Lokasi Baru
Sumber : Istimewa

PKL Jatibaru Minta Disiapkan Lokasi Baru

Sabtu, 31 Mar 2018 | 17:48 | Oky

Winnetnews.com - Beberapa Pedagang Kaki Lima (PKL) di Jalan Jatibaru Raya, mengaku sudah mengetahui kalau jalan tersebut rencananya akan dibuka kembali 2 bulan mendatang.

Salah seorang PKL yang berjualan pakaian wanita segala usia, Renata, mengatakan ia sudah mengetahui informasi tersebut. Ia mengaku tidak masalah jika PKL di Jalan Jatibaru kembali ditertibkan, karena jalan harus dibuka kembali.

“Kalau mau ditutup silahkan. Kalau misal dipindahin, dikosongin ini, kita minta pindah tempat. Kalau misalkan kita ga dicariin tempat tapi kita disuruh ngosongin, kita ga bisa,” ujar Renata, pasa Sabtu (31/3/2018) di Jalan Jatibaru Raya, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Ia mengaku jika tidak direlokasi ke tempat baru, bisa saja hal ini menimbulkan kericuhan. Pria 20 tahun ini mengaku tidak hanya berdagang di trotoar Jalan Jatibaru raya saja, namun juga memiliki toko di Blok F sejak 2014.

“Saya juga punya toko di blok F, tapi omset lebih besar dari sini. Soalnya kan sebelum mereka ke dalam pasti di luar dulu kan,” jelasnya.

Ia berharap, paling tidak PKL di sepanjang Jalan Jatibaru Raya ini bisa berjualan hingga selesai lebaran.

Hal senada pun disampaikan oleh Ridwan, PKL lainnya. Ia mengatakan sudah mengetahui masalah ini dari berita yang dibacanya. Ia juga tidak masalah jika harus dibebaskan lahan pekerjaannya ini. Asalkan ia dapat berjualan di sana sampai setelah lebaran.

“Tolong jangan dibubarkan-bubarkan tapi tempatnya ga ada. Ga mungkin dong kita sama aparat bentrok. Kan sudah ga jaman. Boleh dibubarkan tapi di mana tempat untuk kami?,” seru Ridwan.

Ia menyampaikan, ia dan pedagang lainnua berharap jika memang benar akan dibuka kembali jalan Jatibaru Raya dan PKL ditrrtibakan, maka ada tempat relokasi untuk mereka kembali mencari rejeki.

“Yang kedua, kalau memang mau dipindahin, siap ga tempat (baru) untuk kami. Jangan kami diterbelangkaikan juga,” tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, Ombudsman Perwakilan Jakarta mengeluarkan laporan akhir pemeriksaan kebijakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menutup Jalan Jatibaru Raya, Jakarta Pusat. Anies dinyatakan melakukan empat maladministrasi yang salah satunya adalah perbuatan melawan hukum.

Ombudsman meminta Anies mengkoreksi kebijakan tersebut dengan membuka Jalan Jatibaru Raya dalam 2 bulan ke depan. Jika Anies mengacuhkan hasil laporan pemeriksaan, Ombudsman akan membuat rekomendasi yang wajib dipatuhi Anies. 

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...