PKL Sudirman Gunakan Pembatas Jalan Sebagai Meja Makan
Sumber : Istimewa

PKL Sudirman Gunakan Pembatas Jalan Sebagai Meja Makan

Kamis, 22 Mar 2018 | 21:01 | Oky

Winnetnews.com - Tak ada rotan akar pun jadi. Mungkin peribahasa ini tepat ditujukan kepada para pedagang yang berada di kawasan Wisma BNI 46, Jalan Karet Abdul Jalil, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Persis di bahu jalan raya ini, ada sekitar 10 gerobak PKL yang berjualan hingga memakan badan jalan.

Berbagai macam pedagang menjajakan jualan mereka lengkap dengan tenda pelindung gerobak dari hujan. Menu makanan yang ditawarkan seperti bubur ayam, gorengan, nasi goreng, hingga ayam goreng.

Namun ada yang menarik dari para PKL ini. Para pedagang di kawasan ini justru menggunakan pambatas jalan atau separator yang lazim digunakan sebagai pemisah jalur kendaraan sebagai meja makan.

Pembatas jalan disulap menjadi meja oleh para pedagang dengan menambahkan kursi di belakang pembatas jalan yang terbuat dari beton tersebut.

Seluruh pedagang kompak menggunakan pembatas jalan tersebut sebagai meja tambahan untuk pelanggan yang ingin menikmati sajian yang disediakan.

Salah seorang pedagang bernama Masman (48), mengatakan, ide menggunakan pembatas jalan sebagai meja itu tidak sengaja.

"Ya sebenarnya ini awalnya iseng-iseng mas. Setahun yang lalu ada petugas buat pembatas jalan di sini katanya untuk jaga biar kita enggak jualan sampai ke bahu jalan karena jalannya sempit," ujar Masman di lokasi, Rabu (21/3).

Pria paruh baya yang sudah berjualan sejak umur 19 tahun itu mengaku, mulanya ia bersama lima orang temannya berjualan. Namun perlahan banyak pedagang baru yang ikut berjualan di badan jalan tersebut.

"Untuk nambah kursi dan meja pelanggan kita gunakan badan jalan untuk tempatnya karena dulu kita jualan di trotoar tapi enggak muat," kata Masman sambil memasak nasi goreng pesanan pelangganya.

Jumlah pengunjung di kawasan tersebut juga terbilang sangat ramai karena lokasi para pedagang yang berada di kawasan perkantoran dan hotel. Sehingga usai bekerja banyak pegawai yang memilih untuk menikmati makanan di tempat tersebut.

Menurut Masman, para PKL yang berjualan di kawasan tersebut mulai menjajakan makanannya sejak pukul 17.00 WIB hingga 02.00 WIB dini hari. Dia menyebut dalam satu hari, ia bisa mendapatkan penghasilan sekitar Rp 200 ribu.

Dia juga menuturkan, sejauh ini tak ada PKL yang ditertibkan oleh petugas Satpol PP, lantaran para petugas itu hanya bekerja dari pagi hingga siang hari.

"Malam di waktu lalu lintas tidak padat. Jadi ya kalau malam begini tetap jualan," ujarnya.

Andre salah satu pengunjung yang sedang menikmati santapan makan malam, menjelaskan ia tak terganggu dengan 'inovasi' yang dilakukan para PKL tersebut yang menggunakan pembatas jalan sebagai pengganti meja.

"Saya sih oke oke aja dan enggak merasa terganggu," ujar Andre.

Pengunjung lain bernama Suhada, menyebut beton yang disulap dari meja itu baru sekitar 2 minggu ini dipasang. Semula beton itu untuk mencegah PKL berjualan di trototar, tapi justru beton dijadikan meja makan.

"PKL menghalangi jalan, tapi kita butuh," ucap pegawai di Sudirman itu.

Selain pedagang yang menggunakan bahu jalan dan pembatas jalan untuk berjualan, di kawasan tersebut juga terlihat banyak sepeda motor yang terparkir di badan jalan, sehingga semakin mempersempit akses para pengguna jalan.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...