PKS Belum Keluarkan SK untuk Deddy Mizwar-Syaikhu. Kenapa?
ilustrasi

PKS Belum Keluarkan SK untuk Deddy Mizwar-Syaikhu. Kenapa?

Selasa, 19 Des 2017 | 11:12 | Rusmanto

WinNetNews.com - PKS adalah partai yang sejak pertama mendukung pasangan Deddy Mizwar-Ahmad Syaikhu untuk maju bertarung di Pilgub Jabar. Lalu kenapa sampai saat ini PKS tak kunjung mengeluarkan surat keputusan rekomendasi kepada pasangan tersebut?

PKS awalnya akan bersama dengan Partai Gerindra untuk mengusung pasangan Deddy Mizwar-Ahmad Syikhu. Namun kemudian berubah setelah partai yang dipimpin oleh Prabowo Subianto menarik dukungannya untuk pasangan tersebut. 

Kemudian, PKS kembali membangun kekuatan politik bersama Demokrat dan PAN untuk mengantarkan Deddy Mizwar dan Ahmad Syaikhu berlaga dalam perebutan kursi gubernur dan wakil gubernur Jabar di tahun depan. 

Ketiga partai di tingkat Jawa Barat itu kemudian membuat kesepakatan yang tertuang dalam sebuah MoU untuk merekomendasikan pasangan ini ke DPP masing-masing. Partai Demokrat bergerak cepat dengan mengeluarkan surat keputusan (SK) rekomendasi kepada Deddy Mizwar dan Ahmad Syikhu. 

Sementara PAN dan PKS sampai saat ini tidak kunjung mengeluarkan SK yang menjadi dasar bagi Deddy Mizwar dan Ahmad Syaikhu resmi diusung oleh PKS dan juga PAN. 

Sekretaris DPW PKS Jabar Abdul Hadi menjelaskan, partainya memang belum mengeluarkan satupun SK kepada pasangan calon yang akan maju bertarung dalam Pilkada Serentak 2018. Rencananya SK tersebut baru akan dikeluarkan oleh DPP PKS secara serentak pada awal Januari 2018 mendatang.

"Info terbaru dari Wakil Sekjen DPP PKS Pak Abdul Hakim, dia menyampaikan semua belum dikeluarkan SK. SK itu nanti dikeluarkan di awal Januari barengan," kata Hadi, Selasa (19/12/2017). 

Hadi mengungkapkan, draft SK untuk pasangan Deddy Mizwar - Ahmad Syaikhu sebetulnya sudah ada di tangan DPP. Namun DPP baru akan memberikannya jelang pendaftaran ke KPU.

"SK itu sudah ada, nanti akan dikeluarkan berbarengan secara nasional. Karena itu memang kewenangan di DPP," ucap Hadi. 

Menurutnya, DPP punya pertimbangan khusus dengan mengeluarkan SK secara serentak. Salah satunya untuk meningkatkan kesatuan di internal PKS jelang pelaksanan Pilkada Serentak 2018.

"Ini ada rangkaian ratusan rapat untuk memutuskan pencalonan di daerah. Ketika satu-satu dibandingkan disampaikan bebarengan secara brand secara kesatuan di PKS akan lebih terasa," tandasnya. (detikcom)

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...