PKS Dukung Rencana Anies Baswedan Buka Kembali Tempat Karaoke di Jakarta
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (Foto: dok. Humas Pemprov DKI)

PKS Dukung Rencana Anies Baswedan Buka Kembali Tempat Karaoke di Jakarta

Rabu, 17 Mar 2021 | 14:21 | Anggara Putera Utama

Winnetnews.com -  Wakil Ketua II Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta Khoirudin menyampaikan dukungannya terkait rencana Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membuka kembali tempat karaoke di masa pandemi Covid-19.

Menurutnya, pembukaan kembali tersebut tidak menjadi masalah selama dibarengi dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat. 

Mengingat, Jakarta belum terbebas dari pandemi Covid-19. Tercatat hingga 13 Maret 2021 masih terdapat 7.563 kasus aktif, 3.357 diantaranya menjalani perawatan di rumah sakit.

“Apalagi kita juga dihantui dengan varian baru corona, yaitu B-117 yang penularannya lebih mudah, meskipun belum ditemui Jakarta,” kata Khoirudin, Selasa (16/3).

Sebelumnya, rencana Anies membuka kembali tempat karaoke diketahui lewat Surat Edaran No. 64 Tahun 2021 yang terbitkan beberapa waktu lalu. Dalam surat itu para pengelola tempat hiburan diminta menyusun skema penerapan protokol kesehatan.

"Kegiatan menyanyi yang mengeluarkan suara juga sangat potensial mengeluarkan droplet yang menjadi sumber penularan Covid-19. Jangan sampai Jakarta yang sudah mencapai nihil zona merah akan kembali berada di zona merah,” tutur Khoirudin mengingatkan.

Ia berharap pembukaan kembali tempat hiburan dapat didahului dengan regulasi protokol kesehatan yang matang. Seperti pembatasan pengunjung dalam satu ruangan hingga pembatasan jam operasional.

“Pengelola juga harus menyediakan sarana yang dibutuhkan untuk penerapan protokol kesehatan seperti thermo gun, hand sanitizer di setiap ruangan, masker medis, termasuk banner imbauan untuk selalu menjaga protokol kesehatan dan imbauan agar mereka yang kondisi sakit tidak masuk ke karaoke,” tambahnya.

Ia menambahkan, Pemprov DKI harus belajar dari maraknya pelanggaran saat masa PPKM berlangsung. Untuk itu, ia menyarankan agar untuk pengawasan dan penegakan protokol kesehatan juga harus melibatkan personel kepolisian dan TNI.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...