PLN merugi jika penyesuaian tarif dilakukan 3 bulan sekali

PLN merugi jika penyesuaian tarif dilakukan 3 bulan sekali

Senin, 1 Feb 2016 | 19:37 | Muchdi

WinNetNews.com - Kepala Divisi Niaga PT PLN (Persero) Benny Marbun mengatakan mekanisme penyesuain tarif listrik non subsidi (adjusment tarif) yang merujuk pada instrumen makro ekonomi dapat mempengaruhi pendapatan perusahaan setrum negara tersebut.

Untuk itu, PLN tak bisa melakukan penyesuaian tarif listrik mengikuti mekanisme evaluasi harga Bahan Bakar Minyak (BBM) setiap tiga bulan sekali.

Baca juga: Harga Batubara Murah, Ekspor Bengkulu Terus Rontok

"Harga BBM turun naiknya cepat, nilai tukar Rupiah fluktuatif, itu akan mempengaruhi besarnya biaya PLN. Nah, perubahan biaya PLN ini harus diikuti dengan perubahan pendapatan yang mengikuti dengan perubahan besaran biayanya.

 

Kalau biayakan berubah tiap saat, bahkan transaksinya berubah tiap hari. Kalau kita tunggu sampai 3 bulan, ya ada kalanya kita keteteran mengejar pendapatan. Sedangkan biayanya naik tapi pendapatannya tidak naik," kata dia di Kantor Pusat PLN, Jakarta, Senin (1/2/2016).

Benny menegaskan mekanisme perubahan harga setiap satu bulan sekali juga membuat masyarakat mendapatkan keuntungan. Dia pun berharap dengan mekanisme perubahan tarif dasar listrik setiap satu bulan sekali bisa bermanfaat bagi para pelanggan serta mampu menumbuhkan perekonomian bangsa melalui industri kecil dan menengah.

 

"Jangan sampai PLN dirugikan, dan jangan sampai masyarakat dirugikan terutama jangan sampai juga industri dirugikan karena industri pengerak ekonomi bangsa," tegas dia.

Seperti diketahui, Dewan Energi Nasional (DEN) telah menyarankan Kementerian ESDM untuk memperpanjang jangka waktu evaluasi menjadi 3 bulan. Sebabnya para pelaku industri bisa mempunyai tenggang waktu untuk menyesuaikan biaya produksi dengan rentang waktu tiga bulan sekali.

sumber dari Merdeka, Jakarta

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...