Skip to main content

PLTU Batang Pakai Teknologi Jepang

PLTU Batang Pakai Teknologi Jepang
PLTU Batang Pakai Teknologi Jepang

Presiden Joko Widodo hari ini meresmikan dimulainya pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Batang, Jawa Tengah berkapasitas 2 x 1000 Mega Watt (MW). PLTU ini bakal yang terbesar di ASEAN, dengan teknologi pembangkit berbasis batu bara dari Jepang.

Ia mengatakan ada dua keunggulan utama dari teknologi ini dibandingkan dengan teknologi pembangkitan yang selama ini sudah diterapkan di Indonesia. Pertama adalah konsumsi batubara yang lebih sedikit dibandingkan teknologi terdahulu yakni teknologi super critical.

Keunggulan kedua, adalah emisi atau limbah sisa pembakaran yang lebih sedikit. Sehingga bagi lingkungan, teknologi ini jelas lebih aman dan lebih ramah lingkungan.

"Teknologi ini mamp‎u menghasilkan panas tinggi. Komponennya pun mampu menahan panas yang sangat tinggi beda dengan yang lain yang batas panasnya lebih rendah dari teknologi kita. Karena batu bara ini dibakar dalam panas tinggi sehingga pembakarannya sempurna dan sisa pembakarannya itu lebih sedikit," katanya.

Diharapkan proses pembangunan bisa cepat dilakukan dan dapat lebih cepat mengaliri listrik Pulau Jawa dan sekitarnya. Pada 2018, Jawa-Bali terancam mengalami krisis listrik bila tak ada tambahan pembangkit baru.

PLTU ini dibangun dan dikelola oleh PT Bimasena Power Indonesia yang merupakan perusahaan patungan dari konsorsium J-Power, Itochu dan‎ Adaro.

Kebutuhan dana investasi untuk membangun PLTU yang berdiri di atas lahan 226 hektar yang melingkupi 3 desa yakni Ujungnegoro, Karanggeneng dan Ponowareng ini ditaksir mencapai US$ 4 miliar atau Rp 56 triliun (Kurs Rp 14.000/US$) (jk)

Apa pendapat Anda mengenai artikel ini?

Loading Rating...

Komentar:

Loading...
Top