PM Inggris Rencanakan Buka Lockdown, Boris: Tetap Patuhi Jaga Jarak
Inggris tak akan lama lagi melonggarkan lockdown setelah beberapa pekan pemerintah setempat melakukan karantina wilayah. (Foto: Daily Mirror)

PM Inggris Rencanakan Buka Lockdown, Boris: Tetap Patuhi Jaga Jarak

Senin, 11 Mei 2020 | 10:05 | Khalied Malvino

Winnetnews.com -  Perdana Menteri (PM) Inggris, Boris Johnson mengumumkan akan mulai melonggarkan aturan lockdown pekan ini, namun dengan sejumlah syarat dan aturan yang dimodifikasi. 

Dikutip Dari Merdeka.com, Senin (11/5), dia mengatakan, tak mudah untuk mengeluarkan kebijakan ini, namun pihaknya juga menyiapkan sejumlah langkah modifikasi untuk kebijakan tersebut.

"Kami harap orang -orang bisa bekerja pekan ini," ujarnya dalam keterangannya yang disiarkan secara langsung, dilansir dari BBC, Senin (11/5).

Johnson menekankan, warga sebaiknya tetap bekerja dari rumah jika memungkinkan, dan bisa keluar untuk bekerja jika memang diharuskan.

"Kami perlu menekankan, siapa pun yang tak bisa bekerja dari rumah seperti misalnya bagi mereka yang bekerja di bidang konstruksi atau pabrik harus secara aktif didorong untuk pergi bekerja dan kami ingin Anda tetap aman saat pergi bekerja," jelasnya.

"Jadi Anda seharusnya menghindari transportasi umum jika memungkinkan, karena kita harus dan tetap meningkatkan jaga jarak sosial dan kapasitas (transportasi publik) akan dibatasi."

Dia juga menyampaikan pedoman baru itu agar para pekerja tetap merasa aman di tempat kerja. Karena itulah dia menyarankan warganya untuk membawa kendaraan sendiri, bersepeda, atau jalan kaki.

Operator transportasi publik juga diingatkan agar tetap menerapkan standar keamanan Covid-19.

"Mulai Rabu (13/5), kami ingin mendorong warga untuk melakukan kegiatan tak terbatas di luar rumah. Anda bisa berjemur di taman-taman, Anda bisa berkendara ke berbagai tujuan, dan bahkan Anda bisa berolahraga hanya dengan anggota keluarga Anda. Anda harus mematuhi aturan jaga jarak sosial dan kami akan menerapkan denda bagi yang melanggar aturan itu," paparnya.

Pihaknya, kata Johnson, akan tetap memantau kasus-kasus baru dan perkembangan Covid-19. Jika ada perkembangan penurunan kasus, maka dalam beberapa pekan atau bulan ke depan pihaknya bisa mengambil kebijakan yang lebih luas lagi.

Langkah kedua yang sedang dalam perencanaan adalah mulai membuka kembali sejumlah toko dan sekolah pada awal Juni. Pihaknya juga akan membuat pedoman baru jika kebijakan ini akan diterapkan.

Pihaknya juga berencana akan membuka kembali hotel dan tempat publik lainnya pada awal Juli, dengan tetap mempertimbangkan kurva dan mengikuti saran ilmiah serta tetap disertai penerapan jaga jarak sosial.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...