PM Rusia: Saya Positif COVID-19

Khalied Malvino

Dipublikasikan 2 tahun yang lalu • Bacaan 1 Menit

PM Rusia: Saya Positif COVID-19
Foto: Japan Today

Winnetnews.com -  Perdana Menteri (PM) Rusia, Mikhail Mishustin didiagnosis positif Covid-19. Tes positifnya datang pada hari yang sama saat Rusia mencatat rekor 7.099 kasus, menambah jumlah total infeksi di atas 100 ribu orang.

Melansir Republika.co.id, Jumat (1/5), Mishustin diberi peran sebagai PM Rusia pada bulan Januari dan telah secara aktif terlibat dalam penanganan pandemi di Rusia. 

TV Rusia menunjukkan saat ia memberi tahu Presiden Rusia, Vladimir Putin tentang diagnosisnya. 

"Saya baru tahu bahwa saya positif virus corona," kata perdana menteri selama panggilan video, dilansir di BBC, Jumat (1/5).

Mishustin menyarankan Wakil Perdana Menteri Pertama, Andrei Belousov harus menggantikannya dan Putin setuju. Mishustin sekarang akan melakukan isolasi mandiri. 

"Apa yang terjadi padamu bisa terjadi pada siapa saja, dan saya selalu mengatakan ini," kata Putin kepada Mishustin.

"Anda orang yang sangat aktif. Saya ingin mengucapkan terima kasih atas pekerjaan yang telah dilakukan sejauh ini," tambah Putin.

Mishustin menggunakan kesempatan ini untuk mendesak semua orang Rusia untuk menganggap Covid-19 dengan serius. 

Ia juga mengimbau untuk tetap di rumah karena hari libur selama 11 hari yang diperpanjang telah dimulai.

Para pejabat khawatir cuaca yang lebih hangat akan membuat keluarga pergi ke pedesaan seperti biasa. 

Moskow pun meningkatkan jumlah patroli polisi dalam beberapa hari mendatang, untuk memastikan orang-orang tetap pada pembatasan sosial yang ketat.

Meskipun ada peningkatan tajam dalam kasus-kasus, markas penanganan Covid-19 yang bermarkas di Moskow mengatakan 1.073 orang di Rusia kini meninggal karena virus corona. Ini jumlah yang relatif rendah untuk ukuran Rusia.

Juru bicara kepresidenan, Dmitry Peskov mengatakan. reaksi Rusia terhadap pandemi ini memungkinkannya menghindari skenario Italia. 

Tetapi Presiden Putin memeringatkan, pekan ini Rusia tidak memiliki peralatan pelindung yang cukup untuk petugas kesehatan. Petugas medis telah mengeluh di beberapa daerah karena kurangnya pakaian pelindung.

Share This Story

RELATED ARTICLE

Loading interface...