PM Singapura Desak Presiden Bubarkan Parlemen dan Percepat Pemilu

Khalied Malvino

Dipublikasikan setahun yang lalu • Bacaan 1 Menit

PM Singapura Desak Presiden Bubarkan Parlemen dan Percepat Pemilu
Perdana Menteri Singapura, Lee Hsien Loong. (Foto: Malay Mail)

Winnetnews.com -  Perdana Menteri Singapura, Lee Hsien Loong, telah meminta Presiden Halimah Yacob untuk membubarkan parlemen dan mengeluarkan surat perintah persiapan pemilihan umum. 

Lee Hsien Loong menyatakan, keputusan itu diambil setelah memantau situasi pandemi virus corona (COVID-19) dan akhir masa periode pemerintahan kali ini.

"Alternatifnya adalah menunggu pandemi virus Corona usai. Namun, tidak ada kepastian soal itu sementara periode pemerintahan saat ini harus usai pada April tahun depan," ujar Lee Hsien Loong sebagaimana dikutip dari Channel News Asia, Selasa (23/6).

Lee Hsien Loong melanjutkan, dirinya tidak akan menyarankan penyelenggaraan pemilu apabila tidak yakin dengan situasi pandemi Corona saat ini. 

Menurut kajiannya, situasi saat ini cukup kondusif, memungkinkan proses voting dan kampanye bisa berjalan dengan aman.

"Saya cukup puas bahwa kedua hal itu (pemungutan suara dan kampanye) bisa dilakukan dengan aman," ujar Lee Hsien Loong, seperti dilansir laman Tempo.co, Selasa (23/6).

Departemen Pemilu Singapura (ELD) telah merespon pernyataan Lee Hsien Loong dengan mulai menyiapkan sejumlah aturan penyelenggaraan pemilu yang aman. 

Beberapa aturan yang disiapkan adalah pembagian waktu pemilihan, standar tempat pemungutan suara, serta kewajiban voter menggunakan sarung tangan ketika memilih.

Perihal kampanye, ELD akan melarang kampanye besar-besaran secara fisik. Segala kegiatan kampanye akan difokuskan ke online dan broadcast. Kurang lebih ada 19 stasiun televisi di Singapura yang akan terlibat dalam hal ini.

Pengecualian diberikan untuk kampanye yang bersifat door to door. Kampanye jenis itu akan diperbolehkan selama tim kampanyenya hanya beranggotakan lima orang saja. 

Selain itu, anggota tim kampanye tetap harus mematuhi jarak fisik seperti keharusan memakai masker dan menghindari kontak fisik.

Share This Story

RELATED ARTICLE

Loading interface...