Pohon Sengon Biang Kerok Mati Lampu 12 Jam
Pohon yang diduga menyebabkan mati listrik massal Minggu 4 Agustus 2019. (Foto: Dok. PLN/liputan6)

Pohon Sengon Biang Kerok Mati Lampu 12 Jam

Selasa, 6 Agt 2019 | 14:15 | Khalied Malvino

Winnetnews.com - Momen langka saat listrik mendadak padam di sepanjang jalur Pulau Jawa, mulai dari Banten, Jabodetabek, Jawa Tengah, bahkan hingga Bali ini menimbulkan banyak tanya. Pasalnya, hasil investigasi mengungkap, mati listrik tersebut diduga dipicu oleh pohon yang ada di sekitar jaringan.

Belum jelas pohon apa yang menjadi diperkarakan. Namun, pohon sengon disebut-sebut sebagai si biang kerok itu.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, pohon tersebut memiliki ketinggian melebihi batas ruang bebas atau right of way (ROW) dengan jaringan listrik, yakni 8,5 meter.

"Kerusakan diduga sementara adanya pohon yang ketinggiannya melebihi batas ROW sehingga mengakibatkan flash atau lompatan listrik," ucap Dedi.

Dia menyatakan, tim dari Polda Jawa Tengah telah mengecek ke tempat kejadian di tower transmisi, Desa Malom, Gunung Pati, Kabupaten Semarang. Sementara, polisi tidak menemukan unsur sabotase dalam peristiwa mati listrik massal itu.

"Diduga faktor alam dan teknis, tidak diketemukan human error atau unsur sabotase," katanya.

Kendati begitu, Dedi menegaskan, hasil itu masih bersifat sementara. Pihaknya masih menunggu hasil investigasi resmi yang dilakukan penyidik Bareskrim Polri dengan PT PLN Persero terkait insiden mati lampu.

"Hasilnya menunggu investigasi tim pusat (gabungan Bareskrim dan PLN) melakukan pengecekan di lapangan. (Tim) sudah melakukan wawancara terhadap empat petugas PLN di lapangan yang mengawasi dan mengendalikan jaringan tersebut," ujar Dedi.

Sebelumnya, Pelaksana tugas (Plt) Direktur Utama PT PLN Persero Sripeni Inten Cahyani mengakui, pihaknya lamban menangani pemadamam listrik di hampir seluruh Pulau Jawa. Hal ini disampaikan Inten di hadapan Presiden Joko Widodo atau Jokowi di Kantor PLN Pusat, Jakarta Selatan, Senin (5/8/2019).

"Kami mohon maaf Pak, prosesnya lambat, kami akui prosesnya (pemulihan listrik) lambat," ucap Inten.

Dia menjelaskan bahwa pemadaman listrik di wilayah Jakarta, Jawa Barat, Banten hingga sebagian Jawa Tengah disebabkan masalah di Saluran Udara Tegangan Extra Tinggi (SUTET) 500 kV Ungaran-Pemalang.

Inten menyebut, sistem kelistrikan di Jawa-Bali terdapat dua sistem, yaitu sistem utara dan selatan. Menurut dia, yang bermasalah adalah listrik jaringan utara.

"Jadi pada di utara, Ungaran, Pemalang pertama terjadi gangguan pada pukul 11.48 WIB, kemudian sirkuit, jadi terjadi gangguan, dua line terjadi gangguan," tutupnya..

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...