Poin Gugatan BPN Naik Empat Kali Lipat, Kubu Jokowi Protes karena Tak Siapkan Jawaban

Sofia
Sofia

Poin Gugatan BPN Naik Empat Kali Lipat, Kubu Jokowi Protes karena Tak Siapkan Jawaban Yusril Ihza Mahendra (Foto: Liputan6.com/Johan Tallo)

Winnetnews.com - Ketua Tim Hukum Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Yusril Ihza Mahendra, mempertanyakan dasar permohonan sengketa pilpres pihak Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang menjadi acuan hakim dalam sidang di Mahkamah Konstitusi (MK).

Tim hukum Prabowo diketahui telah mendaftarkan gugatan sengketa pilpres pada 24 Mei lalu. Namun, mereka kemudian mengajukan tambahan permohonan pada 10 Juni 2019. Sementara sesuai ketentuan MK, seperti dikutip dari CNN Indonesia, tak ada kesempatan untuk melakukan perbaikan permohonan dalam sengketa pilpres.

"Nah ini yang kami persoalkan. Tadi kami mau interupsi tapi katanya nanti saja. Kami akan tanyakan ke hakim nanti (permohonan) mana yang harus kami jawab," ujar Yusril di gedung MK, Jakarta, Jumat (14/6).

Lebih lanjut Yusril memaparkan, terdapat perbedaan yang signifikan antara poin-poin permohonan yang diajukan pada 24 Mei dengan perbaikan permohonan pada 10 Juni lalu. Sementara pihaknya hanya mempersiapkan tanggapan untuk permohonan yang diajukan pada 24 Mei.

Apa Reaksi Kamu?