Polda Kalbar: Jangan Mudah Percaya Hoax
ilustrasi

Polda Kalbar: Jangan Mudah Percaya Hoax

Senin, 22 Mei 2017 | 07:28 | Rusmanto

WinNetNews.com - Beredarnya video hoax yang menggambarkan kerusuhan seperti terjadi di Pontianak, Kalimantan Barat, menimbulkan keresahan masyarakat. Polda Kalimantan Barat (Kalbar) mengimbau agar masyarakat jangan mudah percaya hoax .

"Warga masyarakat jangan mudah percaya hoax 'berita bohong', tidak sesuai fakta yang disebarkan di media sosial yang sengaja dihembuskan oleh orang yang tidak bertanggungjawab untuk memperkeruh suasana yang sedang aman dan kondusif ini," ujar Kepala Sub Bidang Humas Polda Kalbar AKP Cucu Saifudin dalam pesan singkatnya, Minggu (21/5/2017).

"Begitu cepat pengaruh dunia maya dalam menyebarkan berita HOAX dan terasa sangat sulit untuk dikontrol. Sekarang ini, berita hoax gampang sekali disebarluaskan dan menjangkiti pola pikir kaum dunia maya. Sekali klik, satu berita hoax bisa dijangkau ribuan bahkan jutaan pasang mata. Sekali dicopy-paste, orang-orang dari berbagai penjuru dunia menyantap berita hoax tersebut, beredarnya hoax saat ini sudah sangat meresahkan bagi kehidupan bermasyarakat," ucap Cucu.

"Hoax saat ini termasuk salah satu penyakit sosial masyarakat. Hoax yang beredar sangat meresahkan karena mengandung unsur kebencian, permusuhan, berita bohong yang berpotensi memecah belah keutuhan bangsa," jelas dia.

Cucu mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati dengan motif penyebar hoax yang sengaja mengadu domba. Apalagi hoax yang digunakan untuk mencari popularitas atau kepentingan bisnis semata.

Ia juga memberitahu jika informasi melalui internet atau media online selalu dipantau pihak kepolisian. Pihaknya selalu melakukan pemantauan lalu lintas informasi di dunia maya sehingga diharapkan masyarakat santun dalam menggunakan media sosialnya.

"Polda Kalbar melalui humas selalu melakukan Patroli Kepolisian di Media Online, dengan melakukan pemantauan lalu lintas informasi atau pemolisian masyarakat di dunia maya. Dengan harapan masyarakat akan cerdas, santun dalam menyikapi era informasi saat ini," ucapnya.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...