Polemik Masjid Illuminati ala Ust. Baequni, Begini Tanggapan NU

Sofia
Sofia

Polemik Masjid Illuminati ala Ust. Baequni, Begini Tanggapan NU Ust. Rahmat Baequni

Winnetnews.com - Ketua Lembaga Pendidikan Ma'arif Nahdlatul Ulama Arifin Junaidi menanggapi polemik tuduhan viral ustaz Baequni tentang desain Masjid Al-Safar di Jalan Tol Purbaleunyi Km 88 yang menampilkan ciri khas Illuminati. Isu ini menjadi heboh karena Illuminati dihubungkan sebagai organisasi rahasia elite yang punya kekuatan serta kehendak mendominasi dunia.

Arifin menilai, upaya mempermasalahkan teori-teori konspirasi dan simbol-simbol, seperti kasus di Masjid Al-Safar, merupakan hal yang tidak perlu. Ia mengatakan hal itu justru menunjukkan ketidaktahuan umat Islam.

"Saya sangat setuju dengan paparan Kang Emil kemarin. Orang itu [Red: Ust. Rahmat Baequni] tidak adil, enggak proporsional. Masjid di Madinah, di mihrab nabinya saja ada lambang segitiga, kenapa enggak diprotes?" kata Arifin (12/6/2019), dikutip dari Tirto.id.

Terhadap beberapa masyarakat yang masih mengagungkan kubah sebagai simbol masjid, Arifin juga merespon, bahwa masjid-masjid di zaman pertama kali Islam masuk ke Jawa dibangun tanpa kubah.

Arifin Junaidi

Arifin menilai jika ada pihak-pihak yang mempermasalahkan lambang segitiga, justru membuat peradaban Islam semakin mundur. Ia sedikit menyinggung Abu Al-Wafa', matematikawan dan astronom Muslim abad ke-10, yang menemukan rumus trigonometri--yang sarat dengan lambang segitiga.

"Ini jelas kemunduran cara berpikir kita. Contoh bagaimana dulu Abu Al-Wafa'. Kenapa lambang FPI yang segitiga itu enggak dipermasalahkan? Mau dituding Illuminati?" katanya.

Arifin pun berkomentar, Baequni sebagai pendakwah dan pendidik sebaiknya tidak mengedepankan hal-hal berbau konspiratif dan simbol-simbol semacam itu. "Anak-anak jangan diajarkan seperti itu. Anak-anak dibuka wawasannya. Belajar menjadi Islam yang rahmatan lil alamin," paparnya.

Islam itu, kata Arifin, dari awal menekankan 'iqra', yaitu membaca. Perbanyak membaca dan tahu hal-hal yang berbeda. Islam yang paling penting membaca dan mengajar, bukan malah yang kurang baca tapi menyalahkan yang banyak baca.

Apa Reaksi Kamu?