Polisi Akan Tutup Total Jalur Puncak, di Malam Tahun Baru

Polisi Akan Tutup Total Jalur Puncak, di Malam Tahun Baru

WinNetNews.com - Untuk mengantisipasi kemacetan parah bahkan kemacetan total di kawasan Puncak pada malam perayaan pergantian tahun 2015. Petugas Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Bogor akan menutup total jalur menuju Puncak pada tanggal 31 Desember 2015 sore hingga 1 Januari 2016.

"Seperti tahun-tahun sebelumnya kami akan memberlakukan penutupan total kendaraan dari arah Bogor menuju Puncak pada malam pergantian tahun baru," kata Kepala Satuan Lalu Lintas, Kepolisian. Resor Bogor, Ajun Komisaris Bramstiyo Priaji, dilansir dr tempo

Dia mengatakan, penutupan total jalur Puncak tersebut dari tanggal 31 Desember 2015, pukul 18:00 hingga tanggal 1 Januari 2015, pukul 06:00 WIB, untuk mengantisipasi kemacetan total di kawasan puncak akibat serbuan masyarakat yang akan menghabiskan pergantian akhir tahun, "Penutupan arus kendaraan menuju kawasan Puncak akan dilakukan mulai dari pos polisi selepas gerbang tol Ciawi atau pos pol Satu Bandung," kata dia.

Menurut dia, kawasan Puncak merupakan langganan macet setiap liburan baik week end, terlebih lagi libur panjang pada akhir pekan. Sehingga untuk pengguna kendaraan dari arah Jakarta yang hendak melintas di jalur Puncak, pihak kepolisian mengalihkan ke jalur lain, yakni melalui Sukabumi atau Jonggol. "Kami telah mengantisipasi dengan menyebarkan brosur informasi, running teks, tweter, dan spanduk di pintu gerbang tol (GT) dan Jasa Marga" kata Bramastiyo.

Sementara itu, Ketua DPC Perhimpunan Hotel Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Bogor, Agus Chandra Bayu berharap, kepolisian Resor Bogor tidak melakukan penutupan secara total di jalur Puncak pada malam pergantian tahun, "Kami pengelola hotel, restoran dan wisata di Kawasan Puncak, agar polisi tidak melakukan penutupan total," kata dia.

Kebijakan penutupan total jalur puncak pada malam pergantian tahun-tahun sebelumnya, banyak pengelola hotel, restoran merugi karena omestnya belum mencapai target, " yang jelas banyak pengusaha hotel merasa keberatan dengan kebijakan tersebut," kata dia.