Polisi: Biaya Aksi Bom di Surakarta Kurang Dari Rp5 Juta

Polisi: Biaya Aksi Bom di Surakarta Kurang Dari Rp5 Juta

Jumat, 19 Agt 2016 | 17:03 | Zaenal Arifin
 Jakarta, Winnetnews.com -  Polisi menilai, biaya aksi bom bunuh diri di Mapolresta Surakarta, Jawa Tengah pada Selasa (5/7/2016) lalu, hanya menelan kurang dari Rp5 juta. Dana tersebut termasuk rencana teror di Bali.

"Dana untuk bom bunuh diri di Solo (Mapolresta Surakarta) dan Bali hanya Rp4,9 juta saja," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigjen Pol Agus Rianto, di Mabes Polri, Jakarta, Jumat.

Pasca teror bom bunuh diri di halaman Mapolresta Surakarta yang menewaskan pelaku bom, Nur Rohman dan melukai seorang polisi pada 5 Juli 2016, polisi terus memburu jaringan Nur.

Kemudian pada Jumat (5/8/2016), tim Densus 88 mengamankan lima tersangka teroris kelompok Batam yang terkait dengan Nur Rohman. Kelompok ini diketahui juga merupakan jaringan petempur ISIS Bahrun Naim.

Kemudian, baru-baru ini polisi menangkap tiga tersangka lainnya yang merupakan jaringan Bahrun Naim dan terkait dengan Nur Rohman.

Pada Senin (15/8/2016), polisi menangkap tersangka Dwi Atmoko di Warnet Az Zahra, Kecamatan Punggur, Lampung Tengah.

Di hari yang sama, polisi juga menangkap tersangka Asep alias Asep Bordir di Muara Dua Liwa Nomor 89 Bumi Agung Muara Dua, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan.

Sementara pada Rabu (17/8), Densus 88 menangkap seorang tersangka lainnya bernama Munir Kartono di Gunung Putri, Bogor, Jawa Barat.

Agus mengatakan tersangka Dwi Atmoko alias Abu Ibrahim Al Atsary pernah merencanakan pengeboman dengan target lokasi di Bali.

"Kelompok mereka akan melakukan kegiatan amaliyah dan aksi di Bali," kata Brigjen Agus.

Bersama Bahrun Naim, Dwi diketahui merencanakan bom bunuh diri di Mapolresta Surakarta.

Dwi diketahui juga menerima dana dari tersangka Munir Kartono untuk membawa bahan peledak yang digunakan dalam bom bunuh diri di Surakarta.

"Bahan peledak ini dibawa dari Lampung ke Surakarta," ungkapnya.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...