Polisi Bongkar Operasi Senyap Pasien COVID-19 oleh Tim Medis Asal China
Tim kepolisian Filipina menggerebek sebuah ruangan yang disulap jadi rumah sakit dan toko obat rahasia asal China untuk pasien virus corona. (Foto: ABC News)

Polisi Bongkar Operasi Senyap Pasien COVID-19 oleh Tim Medis Asal China

Kamis, 21 Mei 2020 | 10:33 | Khalied Malvino

Winnetnews.com -  Polisi Filipina menggerebek sebuah rumah sakit dan toko obat rahasia yang secara diam-diam merawat warga China yang dicurigai terinfeksi virus corona.

"Dua orang ditangkap dan satu pasien ditemukan selama penggerebekan hari Selasa di vila perumahan yang secara ilegal berubah menjadi rumah sakit dengan tujuh tempat tidur dan toko obat," kata Brigjen Polisi Rhoderick Armamento seperti dikutip SINDOnews.com dari AP, Kamis (21/5).

Menurut Armamento, lebih dari 200 peralatan yang diduga untuk virus corona dan alat suntik ditemukan dari tong sampah di vila itu. Rumah sakit dan toko obat ilegal itu berada di sebuah ruangan besar di tepi kolam renang di belakang kompleks.

Pasien laki-laki asal China dipindahkan ke rumah sakit Filipina. Mereka yang ditangkap adalah administrator rumah sakit asal China, yang mungkin telah beroperasi secara diam-diam selama sekitar tiga bulan, dan seorang rekan senegaranya yang menjaga toko obat.

"Mereka telah mempraktikkan obat-obatan dan memberikan resep obat tanpa lisensi," kata Armamento melalui telepon.

"Pasien (asal) China yang dibawa ke sana mungkin masih hilir mudik di depan umum dan dapat menulari orang lain," imbuhnya.

Armamento mengungkapkan, vila ini berada di Clark Freeport dan Zona Ekonomi Khusus, bekas pangkalan Angkatan Udara AS yang berubah menjadi pusat komersial dan rekreasi dengan daerah perumahan kelas atas di barat laut Manila. Sebagian besar klien fasilitas medis ini mungkin berasal dari sejumlah besar warga China yang bekerja dalam bisnis judi online di Clark.

Filipina, yang didukung oleh pemerintah China, telah meluncurkan tindakan tegas terhadap warga negara China yang sebagian besar memasuki negara itu sebagai turis dan kemudian bekerja untuk operasi perjudian online, yang ilegal di China. Sebagian besar outfitsnya diperuntukkan bagi klien di daratan Cina.

"Pekerja China ilegal cenderung menghindari rumah sakit Filipina biasa karena mereka mungkin diidentifikasi dan ditangkap," kata Armamento.

Polisi menempatkan kompleks perumahan di bawah pengawasan setelah menerima keluhan bahwa seseorang yang terinfeksi virus corona sedang dirawat di sana. Sebuah laporan polisi menyebutkan, mereka berkoordinasi dengan pejabat Departemen Kesehatan dan Makanan serta Obat-obatan sebelum melakukan penggerebekan.

Letnan Polisi Guillermo Eleazar, yang mengepalai pasukan polisi nasional yang memberlakukan pembatasan karantina, mengatakan kepada AP bahwa rumah sakit dan toko obat ilegal dapat membahayakan pasien alih-alih menyelamatkan mereka karena mereka tidak mematuhi peraturan dan standar kesehatan pemerintah.

Filipina telah melaporkan lebih dari 13.200 infeksi virus corona, termasuk 842 kematian, termasuk di antara jumlah tertinggi di Asia Tenggara.

Menteri Kesehatan Filipina Francisco Duque III mengatakan pada sidang Senat bahwa Filipina mengalami gelombang infeksi kedua setelah kasus-kasus melonjak dan kemudian mereda dalam beberapa bulan terakhir. Para senator menekankan perlunya tes virus corona untuk digenjot agar membendung infeksi.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...