Polisi Didesak Untuk Tahan Ahok
Basuki Tjahaja Purnama

Polisi Didesak Untuk Tahan Ahok

Jumat, 18 Nov 2016 | 14:27 | Rusmanto

WinNetNews.com - Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) mendesak polisi menahan Gubernur DKI (nonaktif) Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sebagai tindak lanjut penetapannya sebagai tersangka dalam kasus dugaan penistaan agama.

Dalam pernyataan sikap resmi GNPF-MUI disebutkan Ahok harus ditahan karena telah dinyatakan sebagai tersangka dengan ancaman hukuman lima tahun penjara sesuai Pasal 156a KUHP. Selain itu, Ahok dianggap berpotensi melarikan diri, walau sudah dicegah ke luar negeri oleh Mabes Polri serta berpotensi menghilangkan barang bukti selain yang sudah disita Polri, termasuk perangkat rekaman resmi Pemprov DKI yang berada di bawah wewenangnya.

Dalam pernyataan sikap tersebut tercantum nama Habib Rizieq Syihab (Ketua Pembina), KH Abdur Rosyid AS (Pembina), KH Bachtiar Nasir (Ketua), Muhammad Al Khaththath (Sekretaris), KH M Zaitun Rasmin (Wakil Ketua), KH Misbahul Anam (Wakil Ketua), dan Munarman (Panglima Aksi).

Jika Ahok tidak ditahan, GNPF-MUI akan menggelar Aksi Bela Islam III pada 2 Desember 2016.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...