Polisi Hong Kong Halau Demonstran, Masjid Kowloon Jadi Sasaran Tembak Meriam Air
Awak media tengah memotret Masjid Kowloong, Hong Kong yang menjadi sasaran tembak meriam air polisi Hong Kong untuk menghalau demonstran, Minggu (20/10). [Foto: Kompas]

Polisi Hong Kong Halau Demonstran, Masjid Kowloon Jadi Sasaran Tembak Meriam Air

Senin, 21 Okt 2019 | 15:18 | Khalied Malvino

Masjid Kowloon diserang

Dewan Muslim Hong Kong meminta masyarakat agar tenang, dengan mengatakan masjid terbesar di kota itu bukanlah target yang dimaksudkan polisi ketika meriam air dengan pewarna biru disemprotkan pada demonstrasi tersebut.

Dilansir dari South China Morning Post, kelompok agama itu mendesak warga Hongkong untuk tidak membalas dendam atas "insiden sensitif" di luar Masjid Kowloon di Nathan Road, jalan raya utama yang melewati Tsim Sha Tsui dan Mong Kok, dan pusat kerusuhan kekerasan Minggu malam. Pihaknya juga memuji baik perwira dan penduduk telah membantu membersihkan situs keagamaan sesudahnya.

Sebuah pernyataan, yang diposting di halaman Facebook dewan pada hari Minggu malam, mengatakan bahwa pihaknya merasa puas bahwa masjid itu bukanlah target polisi selama operasi pembubaran massa.

Ia juga menambahkan: “[Kejadian itu] telah membangkitkan perasaan toleransi di antara komunitas Muslim dan non-Muslim di Hong Kong tapi jangan sampai situasinya menjadi semakin buruk.

image2
Masjid Kowloon, Hong Kong diserang meriam air. [Foto: South China Morning Post]

"Mari kita mencari ketenangan daripada balas dendam, kebijaksanaan atas emosi dan persatuan atas perpecahan," tutupnya.

Pesan itu kemudian diganti dengan posting yang lebih pendek, yang berbunyi: "Jujur, kami komunitas Muslim benar-benar berterima kasih kepada semua orang Hong Kong yang datang untuk membersihkan gerbang Masjid Kowloon hari ini setelah insiden semprotan meriam air biru."

Selama beberapa hari menjelang akhir pekan, kelompok-kelompok etnis minoritas di Hong Kong seperti berada di ujung tanduk, karena kekhawatiran akan adanya kemungkinan pembalasan setelah seorang pemimpin protes diserang untuk kedua kalinya oleh orang-orang yang dikatakan keturunan Asia Selatan.

MOST READ

RELATED STORIES

Loading interface...