Polisi: Jessica Masih Bantah Racuni Mirna

Liani
Selasa, 09 Februari 2016 12:03 WIB
Oleh Liani pada Selasa, 09 Februari 2016 12:03 WIB
Image Polisi: Jessica Masih Bantah Racuni Mirna

WinNetNews.com - Meski sudah ditetapkan sebagai tersangka, Jessica Kumala Wongso bersikeras menyatakan tidak bersalah dalam kasus kematian Wayan Mirna Salihin. Ia juga tetap membantah telah meracuni Wayan Mirna Salihin dengan sianida.

"Iya (membantah-red). Tetapi itu tidak masalah bagi kami. Seorang tersangka boleh saja mengelak," kata Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Krishna Murti, Selasa (9/2/2016).

Tidak hanya pada saat di-BAP, Jessica juga menolak mereka ulang adegan dalam rekonstruksi kedua yang digelar penyidik Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Rekonstruksi kedua itu digelar berdasarkan fakta-fakta dan kesesuaian keterangan saksi-saksi.

"Banyak gerakan-gerakan yang ditolak, dan itu kunci bagi kami," imbuh Krishna.

Beberapa waktu lalu mengatakan, ada 300 kasus soal racun di dunia dan rata-rata pelaku yang meracuni membantah. "98 Persen pelaku racun tidak mengaku," ujar Krishna beberapa waktu lalu.

Kembali ke soal rekonstruksi, Minggu (7/2) lalu, Krishna tidak menyebutkan adegan apa saja yang ditolak direkonstruksi oleh Jessica. Tetapi, pengacaranya, Yudi Wibowo Sukinto mengatakan ada satu adegan yang ditolak Jessica yakni di mana ada keterangan karyawan Kafe Olivier yang mengatakan bahwa Jessica berkata "dicampur apa kopinya", pada saat Mirna kolaps.

Dilansir dari laman detik

Waspadai Bumbu Masakan Ini
Britney Spears Jualan Parfum dengan Wangi Kopi dan Lada

Reaksi Kamu

Tanggapan Pembaca

    Belum ada Tanggapan

    Jadilah yang pertama memberikan tanggapan

Sekilas Tentang WinNetNews

Situs WinNetNews.com merupakan portal berita dan informasi teraktual perihal berbagai peristiwa di nusantara maupun mancanegara. Kelengkapan, keakurasian serta aktualitas berita dan informasi WinNetNews.com telah membuat tingkat baca artikel-artikelnya naik secara signifikan walaupun usia WinNetNews.com sebagai portal berita baru seumur jagung.