(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Polisi Sebut Uang Sejumlah Rp 100 Juta adalah Uang Kerohiman untuk Keluarga Siyono

Rike
Rike

Polisi Sebut Uang Sejumlah Rp 100 Juta adalah Uang Kerohiman untuk Keluarga Siyono
WinNetNews.com-Mabes Polri tegaskan, bahwa uang sejumlah Rp 100 juta yang diberikan kepada keluarga almarhum Siyono, merupakan uang kerohiman.

"Yang jelas itu sifatnya uang kerohiman yang diupayakan Kadensus, itu memberikan santunan tidak ada maksud apa-apa," terang Kepala Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Boy Rafli Amar di Mabes Polri Jakarta Selatan, Rabu (18/5). Boy menambahkan,bahwa uang itu diberikan sebab Mabes Polri ingin ringankan beban keluarga yang ditinggalkannya. Karena bagaimanapun, kata dia, kematian Siyono tentu saja akan berdampak pada keluarga yang ditinggalkan."Berdampak pada ekonomi, sosial, yang penting niatnya ingin meringankan beban," ujarnya.

Boy juga tidak mempermasalahkan apabila uang yang kini ada di tangan PP Muhammadiyah itu. Mabes Polri tak mempersoalkan jika keluarga Siyono menolak uang itu."Ya engga apa-apa, niat Kadensus sifatnya kemanusiaan saja. Kalau masalah aspek hukum tidak ada hal-hal yang perlu diragukan kami terbuka apa adanya. Keluarga korban membuat laporan silahkan," ungkap dia. Muhammadiyah berencana melaporkan Rp 100 juta yang diberikan Kadensus kepada istri almarhum Siyono itu. Uang sebanyak itu diduga merupakan bentuk suap kepada keluarga Siyono sehingga akan dilaporkan ke KPK."Biar nanti nanti akan melibatkan ahli-ahli hukum. Supaya ahli tersebut dapat membaca secara objektif apa yang terjadi di lapangan antara Ipda H, AKBP T, dan Siyono," jelas Boy.

Senada dengan Boy Rafli, menurut Kapolri Jenderal Badrodin Haiti, uang itu adalah uang kerohiman sebagai wujud rasa berduka cita atas kematian Siyono yang diberikan dari Kepala Densus 88, Kombes Pol Eddy Hartanto, bukanlah uang perjanjian seperti apa yang diberitakan selama ini. "Biasa kalau ada kematian pasti ada rasa simpati, sebagai rasa berduka cita. Itu sah-sah saja, lagian itu bukan uang negara tapi uang pribadi dari Kadensus," ungkap Badrodin Haiti di ruang Rupatama Mabes Polri, Jakarta, Selasa (12/4/2016).

Dari berbagai sumber

ilustrasi foto:http://kelanakota.suarasurabaya.net/

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});