Skip to main content

Polisi Tangkap Ahmad Mussadeq dan Dijerat Pasal Penistaan Agama

Polisi Tangkap Ahmad Mussadeq dan Dijerat Pasal Penistaan Agama
Polisi Tangkap Ahmad Mussadeq dan Dijerat Pasal Penistaan Agama

WinNetNews.com - Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar), yang dipimpin oleh Ahmad Mussadeq dan dua pemimpin lainnya yakni Andri Chaya dan Mahful Muis Tumanurung dijerat dengan pasal tentang Penistaan Agama dan Makar.

"Mereka dijerat dengan Pasal Penistaan Agama dan Makar," kata Direktur Tindak Pidana Umum, Brigjen Agus Andriyanto saat dikonfirmasi.

Khusus Ahmad Mussadeq dijerat Pasal 156 A KUHP. Sementara Andri dan Muis Tumanurung juga dijerat Pasal 110 Ayat 1, juncto 107 Ayat 1-2 tentang Pemukatan Jahat untuk Melakukan Makar.

"Ketiganya memenuhi unsur Pasal 156 A masalah penistaan agama. Kemudian kalau si Andri dan Mahful itu melakukan pemufakatan mendirikan agama," sambung Agus.

Ketiganya ditangkap oleh penyidik Bareskrim Mabes Polri, Rabu 25 Mei 2016 pukul 19.30 WIB dan ditahan di sel Bareskrim.

Sebelumnya, penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum (Dit Tipidum) telah menetapkan pencetus organsisasi Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) Ahmad Musaddeq sebagai tersangka dengan dugaan tindak pidana penistaan agama.

Selain Musadeq yang menganggap dirinya nabi dalam "Negara Gafatar", dua pimpinannya yakni Andri Chaya dan Mahful Muis Tumanurung juga dipindanakan dengan pasal yang sama ditambah dengan pidana makar.

Kendati sudah menetapkan tiga tersangka, polisi tidak tertutup kemungkinan akan ada tersangka lainnya dalam kasus tersebut.

"Mungkin (tersangka baru), tapi bertahap ya. Kan dilihat dari sisi fakta-fakta yang menjerat mereka (kelompok Gafatar). Sementara, tiga (tersangka) ini yang dianggap paling dominan (berperan)," kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Boy Rafli Amar.

Oleh karena itu, kasus penistaan agama oleh Gafatar masih terus diproses di Bareskrim Mabes Polri.

"Dari ketiganya (tersangka), akan dilihat apakah ada keterlibatan pihak lain. Jadi pasti akan ada pemanggilan berikutnya kepada mereka yang secara fakta hukum kuat (berkaitan) dengan kegiatan ini," pungkasnya.

Apa pendapat Anda mengenai artikel ini?

Loading Rating...

Komentar:

Loading...
Top