Polisi Temukan Buku Jihad dan Terorisme di TKP Bom Pasuruan

Cindy Cesilia
Cindy Cesilia

Polisi Temukan Buku Jihad dan Terorisme di TKP Bom Pasuruan Foto:Istimewa

WinNetNews.com-  Pelaku bom yang meledak di sebuah rumah kontrakan di Bangli, Pasuruan Jawa Timur sampai saat ini masih borun. Saat bom meledak yang ketiga kalinya, pelaku melarikan diri dalam kondisi terluka dengan mengendarai motor. 

Kepolisian menemukan banyak buku bertema jihad dan terorisme di rumah kontrakan yang meledak tersebut.  Kapolda Jawa Timur Inspektur Jenderal Polisi Machfud Arifin mengatakan, bom Bangil berdaya ledak rendah itu merusak kaca dan eternit atap rumah kontrakan milik pelaku.

"Ledakannya tak terlalu kuat. Ada material paku dan gotri di lokasi itu. Di dalam rumah juga banyak buku tentang jihad dan terorisme," kata Machfud.

Rumah tersebut dikontrak sejak 1,5 tahun lalu oleh sepasang suami istri dan seorang anak mereka yang masih berusia 6 tahun. Ledakan bom itu membuat sang ayah terduga pemilik bom Bangil dan anaknya mengalami luka. Sedangkan istrinya tidak mengalami luka.

"Anaknya sudah dibawa ke rumah sakit. Istrinya tak apa-apa padahal tadi ada di dalam rumah. Istrinya masih kami periksa," kata Machfud.

Kepolisian menduga Kartu Tanda Penduduk (KTP) terduga pelaku bom Bangil Pasuruan, Jawa Timur, palsu. Dugaan ini muncul setelah polisi berkoordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil). 

Kapolres Pandeglang, AKBP Indra Lutrianto mengatakan, jajarannya juga sudah mengecek ke alamat yang tertera di KTP bom Bangil Pasuruan tersebut.

"Berdasarkan pengecekan alat yang kami punya, itu tidak ditemukan. Berdasarkan koordinasi dengan Disdukcapil juga tidak ditemukan. Pengecekan on the spot, alamat tersebut tidak ditemukan," kata AKBP Indra Lutrianto.

KTP dengan alamat palsu itu diduga untuk mengelabui petugas. Pelaku tidak ingin petugas mengetahui alamat pelaku yang sebenarnya.

Apa Reaksi Kamu?