Polisi Tetapkan Ahmad Taufik Sebagai Tersangka Penggugah Kebencian di Medsos

Zaenal Arifin
Zaenal Arifin

Polisi Tetapkan Ahmad Taufik Sebagai Tersangka Penggugah Kebencian di Medsos

 Jakarta, Winnetnews.com -  Anggota Polda Metro Jaya menangkap seorang penggugah kalimat yang menebar kebencian ("hate speech") melalui media sosial bernama Ahmad Taufik (44).

"Kami tegas terhadap mereka yang menebar kebencian dan provokasi lewat media sosial," kata Wakil Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Polisi Hengki Haryadi di Jakarta, Selasa (2/8/2016).

Terkait dugaan tindak pidana menebar kebencian itu, petugas meringkus Ahmad Taufik di kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan pada Selasa ini.

Hengki menuturkan awalnya petugas menemukan unggahan yang berisi ucapan menebar kebencian "Tanjung Balai Medan Rusuh 30 Juli 2016..!! 6 Vihara dibakar. Buat saudara Muslimku mari rapatkan barisan..Kita buat tragedi 98 terulang kembali. #Allahu_Akbar..." melalui facebook pada Minggu (31/7).

Selanjutnya, tim analisa "cyber crime" Polda Metro Jaya menyelidiki pemilik akun status tersebut yang diketahui bernama Ahmad Taufik.

Ungkapan Taufik itu sehari setelah terjadi kerusuhan antarmasyarakat di Tanjungbalai Sumatera Utara pada Sabtu (30/7) dini hari.

Petugas mendatangi rumah Taufik, selanjutnya menetapkan tersangka terkait kalimat yang menebar kebencian itu.

Namun, penyidik tidak menahan tersangka lantaran kondisi kesehatan memburuk yakni menderita stroke.

Hengki mengingat pengguna media sosial tidak menebar kalimat kebencian yang berpotensi memprovokasi dan berdampak buruk terhadap kehidupan bermasyarakat.

"Beberapa kerusuhan itu terjadi setelah diprovokasi melalui media sosial," ujar Hengki.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});