Polri Belum Pastikan Bentuk Pidana Kasus 'Papa Minta Saham'

Polri Belum Pastikan Bentuk Pidana Kasus 'Papa Minta Saham'

WinNetNews.com - Terkait dengan validasi rekaman yang telah diperdengarkan dalam kasus dugaan Pencatutan oleh Ketua DPR RI, Setya Novanto, Kapolri Jenderal Badrodin Haiti mengungkap bahwa kasus tersebut belum dapat dipastikan apakah akan berlanjut ke sidang tipikor atau pidana umum.

Menurutnya, Polri akan terus berkoordinasi dengan kejagung yang sudah lebih dahulu mengusut kasus dugaan pencatutan nama Presiden dan Wapres tersebut. Meski demikian, Kejagung pun masih menunggu perkembangan dari sidang MKD.

"Tadi saya tanyakan ke Jamintel, ini masih dalam penyelidikan artinya kalau penyelidikan itu masih melakukan penelitian termasuk mencari fakta-fakta hukum apakah betul sudah terjadi pindak pidana dan pidana apa, karena belum jelas ini apakah tindak pidana korupsi apa tindak pidana umum. Makanya kita masih tunggu gimana di MKD nya. Ini kan belum. Dari pihak PT Freeport kan juga belum," sambungnya.

Setelah mendengar kesaksian dari Menteri ESDM Sudirman Said sebagai pelapor, MKD hari ini memanggil Maroef Sjamsoeddin untuk meminta keterangan. Sidangnya pun sudah dimulai dan masih berlangsung. Ketika dikonfirmasi ulang kapan Polri bisa memastikan kasus yang mencatut nama presiden dan wapres itu masuk dalam pidana apa, Badrodin belum bisa memastikan. "Belum bisa, masih penelitian," tutupnya.