Skip to main content

Polri Masih Selidiki Soal Aliran Dana Luar Negeri ke Teroris

Polri Masih Selidiki Soal Aliran Dana Luar Negeri ke Teroris
Polri Masih Selidiki Soal Aliran Dana Luar Negeri ke Teroris

WinNetNews.com - Ketua Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) M Yusuf mengungkapkan adanya aliran dana dari luar negeri untuk pelaku teror yang ada di Indonesia.

"Semua itu masih dalam penyelidikan. Aliran dana dari PPATK banyak. Berapa yang terkait dengan masalah ini perlu pengklasifikasian. Aliran dana dari PPATK perlu untuk pengkajian lebih dalam," kata Kadiv Humas Polri Irjen pol Anton Charliyan di markasnya, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan, Senin (18/1/2016).

"Aliran dana itu masih dalam penelusuran, mungkin lebih daripada itu. Untuk apa dan kepada siapa saja, aliran dana harus betul-betul pasti," sambungnya.

Sementara itu, terkait senjata yang diduga dibeli kepada pemasok dari Filiphina itu, lajut Anton, pihaknya belum dapat memberikan konfirmasi masalah tersebut. Sebab polisi masih menyelidiki soal senjata yang digunakan pelaku saat beraksi.

Menurut informasi yang beredar, polisi juga telah menahan pria berinisial H yang diduga sebagai pemasok senjata. "H sementara ini belum ada namanya," pungkasnya.

Ketua PPATK M Yusuf membenarkan adanya aliran dana dari luar negeri itu. Uang dari luar negeri dalam jumlah besar itu ada yang dikirimkan atas nama orang ada juga yang lewat rekening yayasan.

"Yang kita temukan memang ada aliran dana dari luar negeri, seorang oknum dari negeri tetangga dari daerah selatan. Dia bawa duit ke rekening dia di Indonesia, transfer pada istrinya juga. Dan di antara uang itu, ada yang dikirim ke yayasan," ujar M Yusuf saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat.

Yusuf mengatakan, pihaknya masih mengkaji dalam kepentingan apa uang tersebut dikirim ke yayasan. "Nah, konteks yayasan itu kita enggak clear, apakah sedekah atau bantuan. Dari yayasan dikirim kepada oknum yang berangkat ke daerah konflik," jelas Yusuf.

Selain itu, lanjut Yusuf, ada juga uang yang dikirimkan kepada H yang kemudian dikirimkan lagi kepada pemasok senjata di Filipina.

"Uang dikirim kepada H. Orang ini setelah kita konsultasikan ke Densus, dia mengirim pada pemasok senjata di Filipina. Jadi, omongan Menko Polhukam itu linked (bersambung) dengan apa yang kita temukan," kata Yusuf.

disadur dari situs detik news

Apa pendapat Anda mengenai artikel ini?

Loading Rating...

Komentar:

Loading...
Top