(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Polusi Udara India Sangat Mengkhawatirkan

Muhammad Takdir
Muhammad Takdir

Polusi Udara India Sangat Mengkhawatirkan
WinNetNews.com - Polusi udara yang mendera India membuat pihak berwenang meluncurkan uji coba pembatasan lalu lintas yang ketat, 1 Januari 2016, dengan tujuan membersihkan udara di ibukota yang dikategorikan paling tercemar di dunia. Alhasil, jutaan penduduk Delhi sepertinya harus mencari cara berangkat kerja tanpa menggunakan kendaraan pribadi, mulai Jumat (1/1).

Pemerintah Delhi menyampaikan skema ini setelah pengadilan memerintahkan pihak berwenang mengatasi tingkat polusi yang sudah mencapai 10 kali dari batas aman yang direkomendasi oleh Badan Kesehatan Dunia atau WHO.

Mulai 1 Januari 2016, mobil-mobil pribadi akan dilarang berkendara di jalan-jalan di hari-hari yang ditentukan sebagai bagian dari langkah untuk mengurangi tingkat kabut polusi, termasuk menutup beberapa pembangkit listrik tenaga berbahan bakar batu bara dan menyedot debu-debu di jalanan.

Meski baru akan diujicobakan selama dua pekan pertama, namun sudah banyak pengguna kereta api komuter merasa khawatir bahwa pemerintah hanya punya sedikit pilihan untuk memperkenalkan larangan berjangka panjang mengingat besarnya skala permasalahan.

 

Sementara itu, beberapa kritikus memperingatkan bahwa langkah-langkah ini tidak akan dapat diterapkan di kota di mana aturan lalu lintas sudah sering kali dilanggar.

Bahkan banyak yang meyakini penduduk Delhi akan mengerahkan keterampilannya yang dikenal dengan jugaad – menciptakan solusi aternatif – yakni dengan memalsukan plat-plat nomor kendaraan atau membeli mobil bekas.

Menurut Menteri Transportasi Delhi Gopal Rai kepada AFP, tantangan terbesarnya adalah membuat orang-orang menyadari bahwa peperangan melawan melawan polusi ini demi mereka sendiri, untuk kesehatan mereka sendiri, untuk kebaikan mereka sendiri.

“Mereka hanya akan mencurangi diri mereka sendiri dengan jugaad. Tak ada tombol ajaib yang membuat polusi langsung menghilang. Kita harus bertindak sekarang,” ujarnya, Rabu (30/12).

 

Untuk memenuhi kebutuhan jaringan transportasi umum maka pemerintah Delhi telah menyewa sekitar 3.000 bus swasta untuk melayani antar jemput penduduk dari daerah-daerah permukiman menuju kota.

Sekolah-sekolah juga diperintahkan untuk tutup selama masa uji coba yang berakhir, pada 15 Januari sehingga bus-bus sekolah mereka dapat turut dikerahkan.

Polisi lalu lintas dan 10.000 relawan diterjunkan untuk memantau mobil-mobil di pos-pos pemeriksaan di seluruh kota dan bagi yang melanggar akan didenda 2.000 rupee atau setara US$ 30.

(seperti dilansir dari Berita Satu)

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});