Skip to main content

Ponsel Impor Lebih Murah dari Barang Buatan RI, Ini Kata Mendag Gobel

Ponsel Impor Lebih Murah dari Barang Buatan RI, Ini Kata Mendag Gobel
Ponsel Impor Lebih Murah dari Barang Buatan RI, Ini Kata Mendag Gobel

Jakarta -Menteri Perdagangan Rachmat Gobel mengakui ponsel impor lebih murah dibanding ponsel buatan dalam negeri. Pemerintah bakal belajar dari China untuk menjadikan ponsel dalam negeri lebih murah.

China adalah salah satu negara asal impor ponsel yang masuk ke Indonesia. Bukan rahasia lagi kalau ponsel atau gadget asal negeri tirai bambu ini harganya murah.

"Pemerintah punya concern (perhatian) bagaimana bisa membuat HP yang murah, sebagaimana HP yang dibuat di China itu sedang kita pelajari," kata Gobel, ditemui di sela acara Pasar Murah Artha Graha Peduli, di Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (29/6/2015).

Beberapa produsen ponsel sudah berproduksi di Indonesia, tapi Gobel mengakui ponsel-ponsel yang diproduksi di dalam negeri tersebut harganya masih lebih mahal dari ponsel yang diimpor langsung. Alasannya, karena pengenaan bea masuk untuk impor kmponen ponsel masih dibebankan pada produsen, sedangkan bea masuk untuk ‎ponsel impor batangan nol persen, atau bebas bea masuk.

"Selama ini kan kita hanya impor, baru sekarang ini mulai mendorong dibuat dalam negeri," jelasnya.

"Memang peraturan kita, impor itu lebih murah daripada dibuat dalam negeri. Makanya perlu harmonisasi regulasi dan tarif. Supaya buatan dalam negeri itu bisa lebih murah daripada kita harus impor, atau paling tidak harus bersaing. Ini kan antar kementerian punya," jelasnya.

Belum lagi banyak ponsel-ponsel yang masuk ke dalam negeri secara ilegal. Ponsel tersebut harganya juga jauh lebih murah dibanding ponsel yang dibuat di dalam negeri.

"Ya dia nggak bayar pajak bagaimana. ‎Banyak kan yang ilegal?" tegasnya.

(cn)

Apa pendapat Anda mengenai artikel ini?

Loading Rating...

Komentar:

Loading...
Top